Show simple item record

dc.contributor.advisorDaryanto, Arief
dc.contributor.advisorSahara
dc.contributor.authorAriyani, Widya
dc.date.accessioned2025-08-07T10:14:55Z
dc.date.available2025-08-07T10:14:55Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167921
dc.description.abstractPeningkatan konsumsi daging ayam dan telur membuat industri pakan ternak sebagai industri penunjang input produksi mengalami perkembangan pesat. Unit bisnis pakan ternak PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (PT CPIN) merupakan salah satu produsen pakan ternak dengan kapasitas produksi dan market share terbesar di Indonesia. Permasalahan yang dihadapai oleh unit bisnis pakan ternak PT CPIN adalah penurunan margin laba bruto yang disebabkan oleh regulasi impor yang menyebabkan bahan baku jagung sebagai sumber energi harus dapat dipenuhi dari jagung lokal, dimana kontinyuitas supply bahan baku jagung lokal berkualitas harus dipenuhi dengan penambahan biaya. Berdasarkan permasalahan yang dihadapi oleh unit bisnis pakan ternak PT CPIN, maka diperlukan perencanaan strategi yang menghasilkan daya saing berkelanjutan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi daya saing industri pakan ternak di Indonesia; 2) Menganalisa posisi strategi unit bisnis pakan ternak PT CPIN dalam industri pakan ternak Indonesia; 3) Merumuskan alternatif strategi yang dapat digunakan untuk mendapatkan daya saing yang berkelanjutan bagi PT CPIN; dan 4) Memilih strategi prioritas yang tepat untuk mendapatkan daya saing yang berkelanjutan bagi PT CPIN serta siapa aktor yang paling mempengaruhi. Matriks IE memperlihatkan bahwa posisi unit bisnis pakan ternak PT CPIN terdapat pada kuadran I. Alternatif strategi yang dapat ditawarkan berdasarkan analisis matriks SWOT adalah 1) Meningkatkan produksi pakan ternak dengan tetap mempertahankan kualitas produk; 2) Meningkatkan penelitian pemanfaatan bahan baku lokal bekerja sama dengan perguruan tinggi dan Balitnak; 3) Memanfaatkan asosiasi untuk memecahkan permasalahan bersama dengan stakeholders terkait dan 4) Efisiensi biaya. Hasil sintesis ANP BOCR didapatkan hasil bahwa faktor yang paling penting untuk menentukan daya saing industri pakan di Indonesia adalah faktor kondisi (27,78%). Faktor ancaman eksternal paling berpengaruh yaitu regulasi impor (32,1%) dan masalah internal paling utama adalah kontinyuitas bahan baku dari dalam negeri (58,29%). Peluang utama bagi perusahaan adalah adanya penemuan teknologi analisis bahan baku dengan NIR (39,84%) dan kekuatan internal paling utama dari sebuah perusahaan pakan ternak adalah brand image dari produk perusahaan tersebut (33,16%). Prioritas strategi yang dipilih oleh responden sebagai cara untuk meningkatkan daya saing pakan ternak di Indonesia adalah efisiensi biaya (29,0%) dengan aktor yang paling mempengaruhi adalah peternak (16,97%).
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Strategiid
dc.titlePerencanaan Strategik Pada Perusahaan Pakan Ternak (Studi Kasus Pt Charoen Pokphand Indonesia Tbk)id
dc.subject.keywordAnp Bocrid
dc.subject.keywordDaya Saingid
dc.subject.keywordMatriks Swotid
dc.subject.keywordPakan Ternakid
dc.subject.keywordPerencanaan Strategikid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record