| dc.description.abstract | Bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura yang
mendapat perhatian besar pada periode tahun 2015-2019 pada level nasional.
Selain itu, bawang merah juga merupakan komoditas strategis hortikultura yang
ditetapkan sebagai komoditas unggulan nasional (Ditjen Hortikultura 2014). Salah
satu daerah yang prospektif untuk mengembangkan usahatani bawang merah yaitu
Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Namun, produksi dan produktivitasnya mengalami
penurunan selama periode tahun 2012-2015. Kondisi ini dikhawatirkan akan
mempengaruhi tingkat daya saing bawang merah. Permasalahan usahatani bawang
merah di Kabupaten Pati lainnya yaitu masih sedikitnya jumlah rumah tangga
usahatani bawang merah di Kabupaten Pati. Usahatani bawang merah bersaing
dengan usahatani komoditas utama lainnya di lahan sawah di Kabupaten Pati,
yaitu padi. Dalam rangka menghadapi tantangan eksternal dalam era globalisasi
yang ditandai dengan persaingan, maka petani dituntut untuk meningkatkan daya
saingnya. Oleh karena itu, perlu dianalisis tingkat daya saing komoditas bawang
merah terhadap padi.
Pengambilan data penelitian ini dilakukan pada Bulan Oktober 2017. Data
usahatani diambil di tiga kecamatan di Kabupaten Pati secara purposive, yaitu
Kecamatan Wedarijaksa, Jaken, dan Batangan. Data tataniaga pemasaran diambil
di Kabupaten Pati, Semarang dan DKI Jakarta secara snowball sampling. Petani
sebagai responden diambil sebanyak 33 petani secara convenience sampling
menyebar secara proporsional di tiga kecamatan penelitian. Analisis faktor-faktor
yang mempengaruhi produksi, efisiensi teknis, ekonomis, dan alokatif dilakukan
menggunakan software Frontier 4.1 dan analisis B/C Ratio, resiko pendapatan,
marjin pemasaran, dan distribusi marjin pemasaran dilakukan menggunakan
Microsoft Excell.
Hasil analisis dengan menggunakan Stochastic Frontier Cobb-Douglas
menunjukkan bahwa beberapa input yang berpengaruh nyata terhadap produksi
bawang merah yaitu: luas lahan, jumlah benih, jumlah pupuk organik, dan jumlah
tenaga kerja, sedangkan input yang berpengaruh nyata terhadap produksi padi
yaitu luas lahan, jumlah benih, dan jumlah pupuk organik. Kondisi daya saing
bawang merah terhadap padi dapat dilihat berdasarkan hasil analisis efisiensi
teknis, ekonomis, alokatif, B/C Ratio, resiko pendapatan, marjin pemasaran dan
distribusi marjin pemasaran. Hasil analisis efisiensi ekonomis, efisiensi alokatif
dan B/C Ratio bawang merah terhadap padi menunjukkan bahwa posisi daya
saing bawang merah lebih baik dibandingkan padi. Namun, berdasarkan hasil
analisis efisiensi teknis, resiko pendapatan, marjin pemasaran, dan distribusi
marjin pemasaran menunjukkan bahwa posisi daya saing usahatani bawang merah
lebih rendah dibandingkan usahatani padi. Berdasarkan beberapa hasil analisis
dapat disimpulkan bahwa daya saing bawang merah lebih rendah dibandingkan
daya saing padi di Kabupaten Pati. Oleh karena itu, pelu dirumuskan strategi
peningkatan daya saing bawang merah di Kabupaten Pati.
Berdasarkan berbagai hasil analisis, maka perumusan strategi untuk
mendukung peningkatan daya saing bawang merah di Kabupaten Pati yaitu sebagai berikut: a) penambahan jumlah penggunaan benih sebesar 10 persen, b)
Penggunaan biji botani/ true shallot seed, c) Penambahan penggunaan pupuk
organik sebesar 10 persen, d) Penambahan penggunaan tenaga kerja untuk
pengolahan lahan, penanaman, penyiangan, penyiraman, dan pemanenan sebesar
10 persen, e) Penerapan sistem Pengendalian Hama Terpadu (PHT), f) Kerjasama
antara petani dan pedagang besar pasar induk di Pati, g) Kerjasama antara
pedagang penebas dan pedagang luar kota, dan h) Perluasan pasar distribusi
bawang merah di kota-kota besar lainnya di Indonesia. | |