Show simple item record

dc.contributor.advisorNurrochmat, Dodik Ridho
dc.contributor.advisorWijayanto, Hari
dc.contributor.authorHandayani, Christifani
dc.date.accessioned2025-08-07T10:14:12Z
dc.date.available2025-08-07T10:14:12Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167911
dc.description.abstractPersaingan bisnis dan perkembangan teknologi yang begitu cepat bukan lagi fokus pada persaingan dalam hal kualitas, harga dan promosi, melainkan persaingan merek. Perusahaan yang memiliki merek yang kuat dinilai memiliki keunggulan yang sangat baik serta dapat merangsang konsumen serta mennciptakan pasar baru demi mencapai keuntungan kompetitif dan akan lebih mudah melancarkan berbagai macam strategi pemasaran untuk unggul dalam persaingan. Perusahaan yang sadar terhadap suatu merek menyadari bahwa merek menjadi identitas diri dan menjadi nilai tambah dalam menjual produknya. Menyusun branding strategy atau strategi merek menjadi salah satu cara untuk meningkatan pangsa pasar. Strategi merek adalah suatu manajemen merek yang bertujuan untuk mengatur semua elemen merek dalam kaitannya dengan sikap dan perilaku konsumen dapat juga diartikan sebagai suatu sistem komunikasi yang mengatur semua kontak poin dengan suatu produk atau jasa atau organisasi itu sendiri dengan stakeholder dan secara langsung mendukung bisnis strategi secara keseluruhan. Mie Sedaap adalah salah satu produk mie instan dari Wings Group yang berada pada posisi kedua setelah pangsa pasar terbesarnya. Memahami strategi merek terhadap respon pasar adalah kunci sukses untuk menguasai pangsa pasar serta membentuk kekuatan merek dibenak konsumen. Berdasarkan permasalah diatas, tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh branding strategy terhadap market share mie sedaap, menganalisis seberapa besar hubungan branding strategy terhadap market share mie sedaap, menganalisis hubungan market share terhadap brand equity mie sedaap, menganalisis hubungan branding strategy terhadap brand equity mie sedaap, dan yang terakhir adalah mencari implikasi managerial bagi peruahaan yang dapat diterapkan dalam menjalankan strategi kedepan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data skunder. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan kriteria calon responden sebagai sampel adalah masyarakat yang mengkonsumsi mie instan minimal 3x dalam satu minggu terakhir saat pengambilan responden penelitian berlangsung. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 145 responden. Data tersebut ditabulasi melalui pendekatan deskriptif berdasarkan karakteristik jenis kelamin, pekerjaan, pendapatan, dan usia. sebanyak 62.8 persen berjenis kelamin wanita dan sisanya 37.2 persen berjenis kelamin laki-laki. Profesi terbesar dari responden yang dimiliki adalah sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT) sebesar 56.6 persen dari total responden. jumlah pendapatan rata-rata perbulan responden yang paling banyak adalah kisaran Rp. 3.000.000-Rp.7.000.000/bulan sebanyak 49 responden, kemudian sebanyak 41 responden memiliki jumlah pendapatan dengan rata-rata < Rp. 3.000.000. Usia yang paling dominan adalah dengan rentan usia 26–35 tahun, yaitu dengan persentase 44.8 persen.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Pemasaranid
dc.titlePengaruh Branding Strategy dan Market Share Dalam Membentuk Brand Equity Mie Sedaapid
dc.subject.keywordBranding Strategyid
dc.subject.keywordBrand Equityid
dc.subject.keywordMarket Shareid
dc.subject.keywordMatriks Boston-Consulting Groupid
dc.subject.keywordMie Instanid
dc.subject.keywordSemid
dc.subject.keywordUji Validitas Dan Reabilitasid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record