Show simple item record

dc.contributor.advisorBaga, Lukman M.
dc.contributor.advisorTinaprilla, Netti
dc.contributor.authorAmin, Amirullah Muhammad
dc.date.accessioned2025-08-07T10:13:24Z
dc.date.available2025-08-07T10:13:24Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167900
dc.description.abstractJumlah perusahaan yang bergerak didalam industri jasa konstruksi pada tahun 2010 sampai dengan tahun 2015 mengalami peningkatan sebesar 1 871 dengan pertumbuhan rata-rata sebesar 375 perusahaan setiap tahunnya. Tingginya persaingan usaha di dalam industri konstruksi membuat PT Architectaria Media Cipta (yang selanjutnya disebut PT AMC) perlu memiliki model bisnis dan strategi pengembangan bisnis yang jelas dan terperinci untuk tetap dapat bertahan di dalam industri konstruksi tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan dan memperbaiki model bisnis yang dijalankan oleh PT AMC berdasarkan pendekatan Business Model Canvas (BMC) dan analisis StrengthWeakness-Opportunity-Threat (SWOT), selanjutnya menyusun prototipe model bisnis baru bagi PT AMC di masa mendatang dengan menggunakan pendekatan Blue Ocean Strategy (BOS). Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, PT AMC memiliki beberapa kendala di dalam menjalankan model bisnisnya saat ini, kendala tersebut terdapat pada elemen proposisi nilai, segmen pelanggan, hubungan pelanggan, dan saluran. Hasil analisis SWOT pada elemen menunjukkan bahwa terdapat faktor internal dan eksternal yang menjadi kekuatan dan kelemahan bagi perusahaan dalam menjalankan model bisnisnya. Terdapat tujuh elemen yang harus diperbaiki secara major, dan dua elemen diperbaiki secara minor. PT AMC perlu melakukan perbaikan pada sembilan elemen model bisnis perusahaan dimasa mendatang, prototipe model bisnis baru dibuat dengan proposisi nilai baru dengan membidik segmen pelanggan baru untuk meningkatkan arus pemasukan baru bagi perusahaan. Penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan untuk memberikan strategi perencanaan model bisnis bagi perusahaan yang bergerak didalam industri konstruksi di Indonesia. Hasil identifikasi model bisnis yang saat ini dijalankan oleh perusahaan dan analisis SWOT pada sembilan unsur BMC menunjukkan bahwa terdapat faktor internal dan eksternal yang menjadi kekuatan dan kelemahan bagi perusahaan dalam menjalankan model bisnisnya. Ada tujuh unsur yang harus diperbaiki secara major dan dua unsur diperbaiki secara minor. Prototipe model bisnis baru dibuat dengan proposisi nilai baru yaitu membuat produk home and office furnishings dengan desain yang unik, ukuran yang fixed, bobot yang ringan sehingga dapat dijual secara massal melalui webstore dan marketplace. Produk inovatif dibuat dengan memanfaatkan material sisa dengan konsep re-use dan re-cycle, sehingga harga jual produk tetap murah. Implikasi manajerial hasl penelitian merekomendasikan sembilan poin penting yang harus dilakukan dan menjadi kunci keberlangsungan model bisnis PT AMC dimasa mendatang.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Strategiid
dc.titleStrategi Perencanaan Model Bisnis Perusahaan Jasa Konsultan Arsitektur dan Jasa Kontraktor Pt Architectaria Media Ciptaid
dc.subject.keywordBusiness Model Canvasid
dc.subject.keywordBlue Ocean Strategyid
dc.subject.keywordJasa Konsultanid
dc.subject.keywordModel Bisnisid
dc.subject.keywordSwotid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record