| dc.description.abstract | Konsumsi buah merupakan hal yang dianggap penting bagi masyarakat
saat ini. Data dari Direktorat Jenderal Hortikultura menunjukkan bahwa buahbuahan yang paling banyak diimpor ke Indonesia adalah jeruk, apel, pir, anggur,
dan kelengkeng dan jumlahnya cenderung meningkat setiap tahunnya. Empat dari
lima buah-buahan yang paling banyak diimpor oleh Indonesia tersebut juga
diproduksi oleh petani lokal Indonesia. Peningkatan volume impor pada jenis
buah-buahan yang juga diproduksi secara lokal mengindikasikan bahwa
konsumen buah di Indonesia lebih memilih untuk mengkonsumsi buah impor
dibandingkan buah lokal.
Selama beberapa tahun generasi digunakan sebagai kriteria segmen pasar
oleh para praktisi maupun peneliti. Generasi Y merupakan generasi terbesar dalam
melakukan konsumsi di masa ini dan masa mendatang, oleh karena itu perlu
mempelajari pola konsumsi generasi Y terutama dalam preferensi dan perilaku
pembelian mereka terhadap produk buah. Gaya hidup, nilai, dan kelompok acuan
yang dimiliki oleh generasi Y memiliki perbedaan yang signifikan dengan
generasi sebelumnya. Gaya hidup, nilai, dan kelompok acuan diketahui memiliki
pengaruh terhadap perilaku pembelian seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pengaruh ethnosentrisme, hedonisme, dan kelompok acuan terhadap
preferensi dan perilaku pembelian generasi Y dalam mengkonsumsi buah-buahan.
Data dikumpulkan dengan menggunakan kuisioner yang diberikan kepada
200 mahasiswa Sekolah Bisnis dan Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut
Pertanian Bogor. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan Structural
Equation Modelling (SEM).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ethnosentrisme berpengaruh positif
dan memiliki pengaruh paling besar terhadap preferensi generasi Y terhadap buah
lokal dan hedonisme berpengaruh negatif terhadap preferensi generasi Y terhadap
buah lokal. Preferensi konsumen berpengaruh positif terhadap perilaku pembelian
buah lokal generasi Y dan hedonisme berpengaruh negatif terhadap perilaku
pembelian buah lokal generasi Y. Kelompok acuan tidak memiliki pengaruh yang
signifikan terhadap preferensi dan perilaku pembelian generasi Y dalam
mengkonsumsi buah-buahan. Hal ini menunjukkan bahwa diperlukan strategi
mengenai ethnosentrisme dan hedonisme untuk meningkatkan preferensi dan
perilaku pembelian generasi Y agar buah lokal dapat bersaing dengan buah impor
di pasar buah Indonesia. | |