| dc.description.abstract | Perkembangan industri semen instan dari tahun ke tahun mengalami
peningkatan yang signifikan. Tercatat bahwa pertumbuhan produsen semen instan
pada tahun 2011 sebanyak 10 perusahaan, sampai pada tahun 2016 menjadi 104
perusahaan sebagai produsen semen instan. Hal ini menunjukkan bahwa bisnis di
bidang industri bahan bangunan menjadi sesuatu yang menarik dan menjanjikan.
Dengan melihat potensi bisnis ini, perusahaan semen instan menerapkan bauran
pemasaran untuk memperoleh kesan dan tanggapan dari konsumen sebagai bagian
dari strategi perusahaan dalam meningkatkan kinerja perusahaan. Bauran
pemasaran yang diterapkan mengacu pada tujuh bauran pemasaran (7P) mencakup,
produk, harga, lokasi, promosi, layanan, sumber daya manusia, dan bukti fisik.
Perusahaan juga wajib memperhatikan citra merek yang berkembang di pasar.
Semakin mengenal produknya, semakin tinggi pula loyalitas merek yang
diciptakan dalam sebuah proyek, sehingga citra merek menjadi salah satu variabel
yang penting dalam memberikan pandangan terhadap perusahaan. Dengan
demikian maka tujuan penelitian ini adalah menganalisis perbedaan persepsi
bauran pemasaran (produk, harga, lokasi, promosi, layanan, SDM, dan bukti fisik),
citra merek, dan loyalitas pada merek semen instan, menganalisis pengaruh
bauran pemasaran (produk, harga, lokasi, promosi, layanan, SDM, dan bukti fisik)
dan citra merek terhadap loyalitas konsumen semen instan, dan merumuskan
implikasi manajerial yang dapat diterapkan pada produsen semen instan bagi
keberlangsungan bisnisnya di masa yang datang
Pengambilan data ini dilakukan pada bulan Mei – Agustus 2017 melalui
survei langsung menggunakan kuesioner. Sampel responden sebanyak 100 orang
pengambil keputusan di proyek yang pernah memakai dua merek semen instan
terbesar di Indonesia. Analisis statistik yang digunakan adalah analisis uji beda ttest dan SEM (Structural Equation Modelling). Untuk menganalisis pengaruh
bauran pemasaran dan citra merek terhadap loyalitas konsumen menggunakan
analisis SEM, sedangkan analisis uji beda t-test dilakukan untuk mengetahui
perbedaan variabel-variabel antar kedua merek yang diteliti. Data yang diperoleh
diolah dengan menggunakan Microsoft Excel 2013, dan SmartPLS.
Hasil uji beda t-test menyatakan adanya perbedaan signifikan pada variabel
produk, promosi, layanan, bukti fisik, dan citra antara Merek A dan Merek B.
Hasil analisis SEM pada kedua Merek A dan Merek B bahwa variabel produk,
harga, dan citra merek berpengaruh signifikan terhadap loyalitas konsumen.
Namun terdapat perbedaan antara semen instan Merek A dan Merek B yaitu
variabel layanan berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pada Merek A, namun
tidak signifikan pada Merek B. Faktor yang paling dominan adalah variabel harga.
Rekomendasi implikasi manajerial lebih ditekankan pada segmentations,
targeting, positioning (STP). Dari segmentasi dapat ditentukan berdasarkan
konsumen yang sudah membeli dan memakai produk, besar kebutuhan proyek
dapat mempengaruhi konsumen tersebut masuk dalam kriteria segmen kelas atas,
menengah, ataupun bawah. Dari segi target, konsumen dengan kebutuhan proyek | |