| dc.description.abstract | Perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia
tidak terlepas dari dukungan perbankan dalam menyalurkan pembiayaan kepada
UMKM. Terdapat dua alternatif pembiayaan bagi pelaku usaha, yaitu pembiayaan
mikro konvensional dan pembiayaan mikro syariah. Perbedaan keduanya terletak
pada tata cara pembayaran. Terdapat beberapa lembaga keuangan yang
menyediakan jasa pembiayaan mikro syariah, salah satunya adalah Bank Syariah
Mandiri (BSM). Seiring meningkatnya jumlah kompetitor dalam industri ini maka
diperlukan strategi yang dapat digunakan untuk bertahan dan menjadi market
leader. Realisasi pencapaian target BSM Area Pondok Kelapa tidak mencapai
sesuai target yang diinginkan manajemen sehingga perlu dilakukan penelitian
terkait faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi minat penggunaan jasa
pembiayaan mikro syariah BSM agar dapat dilakukannya pemasaran yang efektif
dan efisien.
Pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah face to face
interview dengan alat bantu kuesioner. Sampel penelitian diambil dari 10 outlet
dibawah BSM Area Pondok Kelapa. Penelitian ini menggunakan analisis SEM
dengan software SmartPLS3 untuk menganalisis hasil dari 150 kuesioner yang
disebar untuk mengetahui pengaruh dari religiousity, pricing, dan corporate image
dan sikap terhadap jasa pembiayaan mikro syariah. Penelitian ini juga melihat
hubungan variabel-variabel tersebut dengan minat penggunaan.
Hasil penelitian mengidentifikasikan bahwa variabel religiousity tidak
berpengaruh nyata pada sikap, sedangkan pricing dan corporate image berpengaruh
positif dan signifikan terhadap sikap. Pengaruh lainnya didapat dari religiousity dan
corporate image yang tidak berpengaruh nyata terhadap minat penggunaan. Pricing
dan sikap berpengaruh positif dan signifikan pada minat penggunaan.
Implikasi manajerial yang dihasilkan adalah berdasarkan segmentation,
targeting, dan positioning (STP). Pada segmentation, perusahaan dapat
memberikan sosialisasi edukatif tentang pentingnya memiliki penghasilan
tambahan yang diselingi dengan value pembiayaan mikro syariah BSM. Targeting,
berdasarkan penelitian ini, usia UMKM yang dimiliki responden berkisar antara 1
- 3 tahun yang pada usia tersebut dibutuhkan pengembangan usaha. Perusahaan
dapat berperan sebagai penambah modal usaha UMKM tersebut. Pada positioning,
perusahaan dapat mengembangkan sistem IT agar dapat mendukung proses
pengajuan sampai dengan pencairan pembiayaan mikro syariah BSM. Melakukan
inovasi agar tidak kalah dengan kompetitor. | |