Show simple item record

dc.contributor.advisorNajib, Mukhamad
dc.contributor.advisorSuparno, Ono
dc.contributor.authorSiregar, Ibrahim Chalid
dc.date.accessioned2025-08-07T10:12:45Z
dc.date.available2025-08-07T10:12:45Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167890
dc.description.abstractMitra Tani Parahyangan (MTP) merupakan salah satu pelaku agribisnis yang sukses memanfaatkan konsep OVOP untuk meningkatkan produksi dan pemasaran produk tomat beef. Kini MTP memiliki visi untuk memperluas pangsa pasar ke luar Indonesia. Singapura merupakan negara favorit yang dijadikan sebagai negara tujuan ekspor tomat OVOP. Tujuan penelitian ini adalah: 1) mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman MTP dalam upaya mengembangkan ekspansi pasar ekspor; 2) memformulasikan strategi-strategi yang dapat dijalankan oleh MTP; dan 3) menentukan prioritas strategi yang dapat dijalankan oleh MTP. Hasil matriks EFE menunjukkan bahwa MTP memiliki kemampuan yang cukup baik untuk merespon peluang dan menghindari ancaman (skor EFE 2,758). Di sisi lain, posisi internal MTP tergolong lemah karena skor IFE MTP di bawah 2,5 (skor IFE MTP 2,379). Terdapat tujuh alternatif strategi yang terbentuk dari analisis SWOT, yaitu: 1) memanfaatkan e-commerce sebagai media promosi; 2) melakukan sertifikasi HACCP; 3) menciptakan kemasan produk yang memiliki nilai budaya lokal; 4) pembelian lahan untuk kegiatan produksi; 5) menerapkan sistem pertanian semi organik; 6) menjalin kerjasama dengan agen forwarder dalam negeri; dan 7) meningkatkan standar penanganan pasca panen. Berdasarkan hasil AHP, kualitas (mutu) merupakan faktor terpenting dibandingkan faktor lain seperti harga, kualitas, distribusi, dan promosi. Untuk aktor, diri sendiri yaitu MTP merupakan aktor paling penting untuk mewujudkan ekspor tomat OVOP pada MTP. Tujuan yang harus diprioritaskan saat melakukan ekspor adalah untuk pengembangam pasar. Berikut ini merupakan strategi prioritas pertama, kedua, dan ketiga yang dihasilkan melalui AHP, secara berurutan adalah sebagai berikut: 1) menjalin kerjasama dengan agen forwarder; 2) memanfaatkan e-commerce, dan 3) meningkatkan standar penanganan pasca panen.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Produksi Dan Operasiid
dc.titleStrategi Komoditas Tomat Ovop Untuk Menembus Pasar Eksporid
dc.subject.keywordAhpid
dc.subject.keywordEfeid
dc.subject.keywordIfeid
dc.subject.keywordSwotid
dc.subject.keywordKonsep Ovopid
dc.subject.keywordOne Village One Productid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record