| dc.description.abstract | Perbaikan perekonomian di Provinsi Sumatera Selatan dan Bangka
Belitung, diiringi pembangunan infrastruktur secara masive di Kota Palembang
menjadi investasi potensial bagi bank umum untuk melakukan penawaran produk
dan jasa yang lebih bervariasi.
Bank Sumsel Babel (BSB) sebagai bank daerah seharusnya dapat menjadi
Bank Regional Champion (BRC) di daerah, BSB harus meningkatkan kinerjanya
agar dapat bersaing dengan bank umum lain yang telah memiliki sistem yang
lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengidentifikasi kinerja yang telah
dicapai oleh BSB; 2) menganalisis faktor internal dan eksternal yang
mempengaruhi kinerja BSB; 3) merumuskan strategi yang dilakukan BSB untuk
meningkatkan kinerja; 4) merumuskan arsitektur strategik BSB untuk
meningkatkan kinerja.
Metode deskriptif digunakan untuk mengidentifikasi kinerja, Matriks
Internal Factor Evaluation (IFE) dan Matriks External Factor Evaluation (EFE)
digunakan untuk menganalisis faktor internal dan eksternal pada BSB, Matriks
SWOT digunakan untuk menciptakan dan menentukan strategi yang akan
dilakukan dan Arsitektur Strategik digunakan sebagai tahapan waktu
dilaksanakannya strategi tersebut. Hasil Matriks SWOT dalam penelitian ini
menghasilkan 12 strategi alternatif yang dipilih sebagai strategi peningkatan
kinerja BSB. 12 strategi alternatif yaitu a) Meningkatkan ekspansi pasar, sektor
perdagangan dan industri, pengolahan SDA maupun mega proyek daerah regional
b) Penambahan outlet yang mempunyai potensi bisnis c) Mensosialisasi e-banking
kepada masyarakat dan meningkatkan kualitas produknya d) Memaksimalkan
aplikatif fee based income e) Menjalankan Customer Relationship Management
(CRM) f) Meningkatkan standar penerimaan calon pegawai g) Melakukan
penyeleksian Auditor yang qualified dalam penerapan KPI h) Melakukan promosi
via online kepada paguyuban, komunitas, sekolah dan olahraga i) Melakukan
aliansi kepada bank pesaing maupun lembaga non-bank i) Pelayanan excellent
service terhadap pemberian kredit j) Melakukan IPO untuk penambahan modal k)
mempertahankan nasabah instansi pemerintah.
Berdasarkan analisis dari Arsitektur Strategik menghasilkan urutan strategi
selama lima periode ke depan. Melalui Arsitektur Strategik, BSB dapat
meningkatkan daya saing dengan menciptakan suatu kekuatan internal organisasi
di antara pesaing lainnya dalam industri perbankan. Pelaksanaan Arsitektur
Strategik BSB diawali dengan perbaikan internal perusahaan, yaitu mulai dari
peningkatan kualitas SDM hingga BSB melakukan Initial Public Offering (IPO)
untuk penambahan modal. Penetapan strategi ini diharapkan dapat meningkatkan
kinerja BSB. | |