| dc.description.abstract | Konsumsi susu yang diproyeksikan oleh kementerian pertanian (2016) akan
mengalami peningkatan hingga tahun 2020 sebesar1,14 juta ton. Peningkatan ini
harus disertai dengan produksi susu sapi domestik, sehingga Indonesia bisa
mengurangi impor susu yang saat ini mencapai 80%. Peningkatan produksi susu
domestik saat ini dapat diantisipasi melalui pengembangan peternakan sapi perah
berbasis mega-farm di Indonesia. Peternakan Greenfields Indonesia merupakan
salah satu peternakan sapi perah konsep mega-farm di indonesia yang terintegrasi
dengan industri pengolahan susu yang terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara.
Konsep peternakan sapi perah mega-farm ini memiliki resiko yang ditimbulkan
dari kegiatan bisnis mereka, seperti pencemaran lingkungan, kesehateraan hewan,
dan hingga kesejahteraan peternak lokal. Pentingnya perusahaan memperhatikan
ini karena pemerintah Indonesia melalui Cetak Biru Persusuan Indonesia 2013-
2025 berprinsip bahwa pengembangan persusuan nasional harus dapat
mewujudkan tujuan ekonomi nasional yaitu pro poor, pro job, pro growth, pro
health, pro secure dan pro environment. Oleh karena itu, penelitian ini sangat
penting dilakukan untuk membuktikan bahwa peternakan sapi perah konsep
mega-farm mampu berperan serta untuk mendukung tujuan pengembangan
persusuan Indonesia.
Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus yang bertujuan memberikan
pemecahan masalah terkait isu lingkungan, sosial, dan ekonomi melalui strategi
bisnis perusahaan. Pengambilan data penelitian dieksekusi melalui wawancara
mendalam berdasarkan acuan SAI platform dan kuesioner penilaian. Hasil
penilaian seluruh pakar diolah dan dianalisis dengan cara mengintegrasikan
metode fuzzy delphi dan Metode dematel (decission-making trial and evaluation
laboratory).
Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa GFI mampu menciptakan nilai
bersama (CSV) melalui redefinisi produktivitas pada rantai perusahaan.
Rancangan model bisnis CSV ini memiliki keuntungan sosial antara lain; (1)
peningkatan produksi hasil panen petani, (2) membuka lapangan kerja baru
sebagai petani rumput, (3) menciptakan keamanan terhadap pencemaran
lingkungan dari limbah peternakan, (4) meningkatkan reputasi perusahaan dari
kinerja sosial. Selain itu, keuntungan untuk perusahaan melalui CSV ini antara
lain, (1) mendapatkan kepastian terhadap pasokan pakan hijauan, (2) menciptakan
efisiensi konsumsi energi listrik, (3) Peningkatan produksi susu, (4) menjaga
kualitas susu. Value preposition GFI diciptakan melalui economics of scale yang
mampu meningkatkan margin dan keunggulan terhadap biaya rendah, sedangkan
pasar Greenfields Indonesia (GFI) yang menyasarkan kepada semua konsumen
langsung dan juga horeca secara keuntungan sosial akan mampu menyediakan
susu bernutrisi untuk masyarakat dan meningkatkan konsumsi susu di Indonesia | |