| dc.description.abstract | Perdagangan bebas di era globalisasi menyebabkan persaingan bisnis
semakin ketat, baik persaingan di pasar domestik maupun pasar global sehingga
perusahaan perlu menerapkan strategi pemasaran yang tepat. Konsumen akan
melakukan evaluasi produk yang dapat menarik minat pembeliannya sebelum
berlanjut pada tahap keputusan pembelian. Evaluasi dapat melalui aspek bauran
pemasaran (marketing mix) bahkan hingga ke aspek psikologis seperti merek
melalui citra merek (brand image) dan tingkat pengetahuan konsumen pada suatu
produk berdasarkan citra negara asal (Country of Origin). Industri kulit
merupakan salah satu industri di Indonesia yang turut memberikan kontribusi bagi
perekonomian, baik di pasar domestik maupun hingga ke luar negeri dan
merupakan salah satu sektor strategis penghasil devisa negara. Berdasarkan data
Kementerian Perindustrian 2017, industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki
berada pada urutan kesepuluh dari sepuluh kelompok hasil industri dengan nilai
ekspor terbesar, yaitu sebesar USD 5.01 miliar pada tahun 2016. Kulit dapat
digunakan sebagai salah satu bahan baku untuk membuat beragam produk. Bahan
dasar kulit yang digunakan bisa bermacam jenis, salah satunya menggunakan kulit
buatan (kulit sintetis). Subsektor kulit buatan berkontribusi baik dilihat dari peran
ekspor subsektor ini yang terus meningkat setiap tahunnya (2012-2016).
Goviyar merupakan salah satu perusahaan tas lokal Indonesia dari kota
Bogor yang mengusung produk berbahan dasar kulit buatan atau sintetis. Goviyar
memanfaatkan teknologi internet untuk mengenalkan produknya ke konsumen,
melakukan kegiatan pemasaran hanya secara online sehingga produk dapat dilihat
kapan saja oleh semua orang, baik dari Indonesia bahkan hingga luar negeri. Sejak
tahun 2016 hingga 2017 ini, Goviyar mengalami kendala dimana terdapat
penurunan penjualan yang mengakibatkan penurunan omset sehingga perlu
diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi minat beli konsumen agar dapat
meningkatkan penjualannya. Sampai saat ini, Goviyar lebih banyak fokus pada
penjualan domestik meskipun beberapa waktu pernah mendapatkan pelanggan
dari luar negeri, yaitu negara Taiwan, Malaysia, dan Singapore di tahun 2016. Hal
ini juga mendorong perusahaan ingin mengetahui minat pembelian konsumen luar
negeri terkait produknya.
Tujuan penelitian ini adalah: 1) Menganalisis pengaruh Country of Origin
terhadap brand image tas Goviyar pada konsumen luar negeri dan dalam negeri;
2) Menganalisis pengaruh Country of Origin, brand image, dan marketing mix
terhadap minat pembelian tas Goviyar pada konsumen luar negeri dan dalam
negeri; 3) Merekomendasikan strategi pemasaran untuk dapat meningkatkan
penjualan produk tas Goviyar. Ruang lingkup penelitian adalah fokus pada tas
kulit sintetis dilakukan pada responden wanita yang berdomisili di dalam negeri
dan luar negeri yang belum membeli tetapi mengetahui atau telah terpapar
informasi produk saat mengisi kuesioner. Responden dari luar negeri dibatasi
hanya pada negara Malaysia dan Singapore dengan pengambilan sampel berlokasi
di kampus dan pusat perbelanjaan Mall. Metode penentuan sampel yaitu nonprobability sampling dengan teknik purposive sampling. Data yang diperoleh
adalah sebanyak 160 orang dari luar negeri dan dalam negeri, yaitu Malaysia dan
Singapore sebanyak 90 orang, dan Indonesia sebanyak 70 orang. Data dianalisis
menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS)
dengan software SmartPLS.
Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa hipotesis 1 variabel Country of
Origin secara signifikan berpengaruh langsung terhadap brand image tas Goviyar,
baik dari responden luar negeri maupun dalam negeri. Artinya responden
menganggap bahwa citra negara asal Indonesia sudah cukup baik membentuk
citra merek tas kulit Goviyar yang merupakan produk lokal asal Indonesia.
Hipotesis 2 variabel Country of Origin secara signifikan berpengaruh langsung
dan tidak langsung terhadap minat beli tas Goviyar pada responden luar negeri.
Namun, pada responden dalam negeri pengaruh langsung memiliki hasil tidak
signifikan, tetapi menjadi signifikan bila dievaluasi dengan variabel brand image
(pengaruh tidak langsung). Hal ini dikarenakan responden berasal dari dalam
negeri yaitu Indonesia yang menilai produk dari negaranya sendiri, dan khususnya
pada segmen kelas menengah, aspek Country of Origin tidak menjadi perhatian
utama dalam mempengaruhi minat beli mereka. Sementara pada responden luar
negeri, aspek asal negara suatu produk menjadi salah satu pertimbangan yang
dapat mempengaruhi minat beli sehingga memiliki pengaruh langsung.
Hipotesis 3 Variabel brand image secara signifikan mempengaruhi minat
beli tas Goviyar baik pada responden luar negeri maupun dalam negeri. Pada
responden luar negeri, citra perusahaan paling mempengaruhi minat beli.
Sementara pada responden dalam negeri, citra produk paling mempengaruhi minat
beli. Hipotesis 4 variabel marketing mix secara signifikan mempengaruhi minat
beli tas Goviyar baik pada responden luar negeri maupun dalam negeri. Pada
responden luar negeri, promosi paling mempengaruhi minat beli. Sementara pada
responden dalam negeri, produk paling mempengaruhi minat beli.
Implikasi manajerial yang dapat direkomendasikan adalah segmentasi
untuk promosi pada wanita kelas pendapatan menengah ke atas, target anak muda
hingga dewasa aktif, positioning sebagai tas kulit sintetis berdesain simpel,
elegan, dan multifungsi. Selain itu, perlu adanya inovasi produk menambah
desain produk yang lebih uptodate, mengeluarkan limited edition product,
mempertahankan harga yang terjangkau pada produk, memberikan garansi
produk, promosi melalui brand ambassador, bergabung dengan komunitas,
membuka stan khusus dan mengikuti berbagai pameran atau event. Bagi
pemerintah dapat dengan memberikan subsidi ekspor, premi ekspor, sosialiasi
kepada produsen atau perusahaan, pelatihan manajemen, pembinaan, dan promosi
dagang di luar negeri maupun dalam negeri. | |