Show simple item record

dc.contributor.advisorAdrianto, Luky
dc.contributor.advisorSartono, Bagus
dc.contributor.authorAmin, Toufiq Al
dc.date.accessioned2025-08-07T10:11:42Z
dc.date.available2025-08-07T10:11:42Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167874
dc.description.abstractArtikel ini menginvestigasi kompetisi antar terminal petikemas di Pelabuhan Tanjung Priok. Tujuan utama artikel ini adalah untuk dapat melihat kondisi persaingan antar terminal petikemas dan perilaku terminal petikemas dan perusahaan pelayaran dalam pengambilan keputusan penentuan terminal. Analisa empirik digunakan terhadap hasil survey kuisioner kepada perusahaan pelayaran berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi penentuan pilihan penggunaan jasa terminal peti kemas. Pengujian ANOVA digunakan untuk menguji penilaian yang diberikan oleh responden dari faktor-faktor yang membentuk penilaian performa terminal petikemas, sedangkan perbandingan penilaian responden terhadap satu terminal petikemas dengan terminal petikemas yang lain dilakukan dengan pengujian Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil dari pengujian statistik membuktikan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan dari performa yang ditawarkan oleh keempat terminal peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok. Sejalan dengan hasil pengujian statistik, hasil analisa biaya dengan perhitungan real cost menunjukkan perbedaan nilai estimasi pangsa pasar dengan nilai real pangsa pasar yang sangat signifikan, terutama pada terminal JICT, MAL dan PTP. Selanjutnya, Analisa game theory digunakan untuk mengembangkan model dasar dari kompetisi antar terminal peti kemas dan antar perusahaan pelayaran di Pelabuhan Tanjung Priok melalui pemodelan fungsi permintaan peti kemas, fungsi biaya keterlambatan akibat tundaan, dan fungsi keuntungan dari terminal peti kemas dan perushaan pelayaran, dengan fungsi permintaan terminal diasumsikan linear dilakukan analisa game theory melalui pendekatan non-cooperative two stage. Hasil analisis game theory dalam kompetisi duopoly menunjukkan bahwa ketika utilitas kapasitas terminal (CU) kecil, perbedaan tarif terminal secara signifikan akan memindahkan permintaan ke terminal yang lebih murah. Sebaliknya, bila kapasitas utilitas (CU) dari kedua terminal peti kemas besar, pergeseran permintaan menjadi inelastis dengan selisih tarif terminal. Selanjutnya, dari sisi ekspansi terminal, ekspansi kapasitas di kedua terminal akan menurunkan tarif. secara keseluruhan artikel ini dapat membantu analisis lanjutan tentang peningkatan kemampuan terminal peti kemas dan memungkinkan terminal untuk mengetahui dan menyeimbangkan tingkat permintaan dan kapasitasnya sehingga dapat digunakan untuk menyusun strategi jangka panjang. Artikel ini juga dapat memberikan pengetahuan yang lebih baik terhadap kriteria perusahaan pelayaran saat memilih terminal peti kemas.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Strategiid
dc.titleKompetisi Antar Terminal Peti Kemas Studi Kasus Pelabuhan Tanjung Priokid
dc.subject.keywordKapasitas Terminal Peti Kemasid
dc.subject.keywordKompetisi Antar Pelabuhanid
dc.subject.keywordNon Cooperative Game Theoryid
dc.subject.keywordTarif Terminal Peti Kemasid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record