| dc.description.abstract | Seperti lembaga keuangan lainnya, Bank Syariah memiliki fungsi sebagai
lembaga penghubung. Penerapan prinsip syariah, seperti ketiadaan bunga bank,
penerapan sistem akad pada setiap transaksi, hingga pengelolaan dana yang terbatas
pada kegiatan bisnis yang halal menurut Islam, merupakan faktor yang membedakan
antara Bank Syariah dengan lembaga keuangan lain khususnya Bank Kovensional.
Jumlah rekening yang dimiliki Bank Syariah hingga tahun 2016 hanya 8.97
persen dari total rekening Bank Konvensional. Hal ini merupakan indikasi awal
bahwa perkembangan Bank Syariah masih sangat lamban dan banyak masyarakat
belum beralih pada Bank Syariah meskipun mayoritas penduduk Indonesia
beragama Islam. Hal ini menjadi masalah bagi Bank Syariah mengingat
masyarakat Indonesia adalah pasar potensial bagi Bank Syariah, dimana jumlah
penduduknya 87.18 persen adalah beragama Islam (BPS 2010). Kondisi ini
mengindikasikan kepercayaan masyarakat terhadap Bank Syariah rendah.
Untuk meningkatkan nasabah dalam menyimpan dananya pada Bank
Syariah, maka pihak Bank Syariah perlu mempelajari hal-hal yang melatar
belakangi seseorang terkait keputusan dalam menyimpan dananya di Bank
Syariah. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi minat,
serta mengetahui komponen faktor-faktor yang dapat mempengaruhi minat
menabung pada Bank Syariah. Sehingga nantinya penelitian ini diharapkan dapat
memberikan informasi bagi Bank Syariah mengenai minat menabung masyarakat
Kota Bogor di Bank Syariah.
Pengumpulan data primer pada penelitian ini menggunakan metode survei
dengan wawancara dengan kuesioner terstruktur yang disebarkan pada responden.
Responden dalam penelitian ini tediri dari dua kelompok yaitu; responden
Konvensional merupakan responden yang menjadi nasabah Bank Konvensional
dan responden Konvensional Syariah yang merupakan responden yang menjadi
nasabah Bank Konvensional dan Bank Syariah. Jumlah sampel dalam penelitian
ini sebanyak 223 responden yang terdiri dari 112 responden Konvensional dan
111 responden Konvensional Syariah. Pengambilan data dilakukan pada bulan
Mei sampai dengan Juli tahun 2017. Pengujian model struktural dalam penelitian
ini menggunakan Structural Equation Modeling (SEM). SEM merupakan suatu
teknik analisis multivariat yang memungkinkan untuk menguji hubungan antara
variabel kompleks untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai
keseluruhan model. Kelebihan SEM adalah dapat mengetahui hubungan diantara
variabel sebagai sebuah unit dengan asumsi pengukuran yang andal dan
sempurna.
Berdasarkan hasil yang didapat dari metode SEM bahwa minat menabung
responden Konvensional terhadap Bank Syariah cukup tinggi yaitu 54.50 persen.
Pada responden Konvensional Syariah, minat untuk menambahkan saldo
tabungan pada Bank Syariah sangatlah tinggi yaitu 78.38 persen. Pada responden
Konvensional faktor-faktor yang mempengaruhi minat adalah sikap terhadap
perilaku (STP) dan norma subjektif (NS) yang menghasilkan pengaruh positif dan
signifikan terhadap minat menabung pada Bank Syariah. Pada responden | |