Show simple item record

dc.contributor.advisorAdrianto, Luky
dc.contributor.advisorSartono, Bagus
dc.contributor.authorFerdiansyah, Anton
dc.date.accessioned2025-08-07T10:11:33Z
dc.date.available2025-08-07T10:11:33Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167872
dc.description.abstractPasar Tarif Pelayaran Curah Kering dikenal sebagai pasar yang berisiko tinggi dan bervolatilitas. Hal ini dikarenakan banyaknya ketidakpastian yang mempengaruhinya, mulai dari kondisi ekonomi dunia, guncangan politik, teknologi, hingga sensitivitas sentimen pasar. Oleh karena itu banyak akademisi yang memberikan perhatian dan berusaha untuk memahami fenomena ini. Banyak kajian yang ditulis dan salah satu nya adalah mengenai hubungan peramalan sebagai alat yang bisa mengurangi risiko ketidakpastian. Oleh karena itu makalah ini mencoba untuk meramalkan indeks tarif angkutan pelayaran curah kering (BDI) dengan menggunakan pemodelan sistem dinamik, melalui penelitian pada pasar tarif angkutan curah kering selama periode 1991 sampai 2016. Penelitian ini diawali dengan menjelaskan karakteristik dan gambaran umum dari pasar tarif curah kering dan faktor penentu yang mempengaruhi permintaan dan penawaran pasar juga diidentifikasi dan dianalisa. Variabel yang signifikan diperoleh melalui tinjauan literatur, dan juga beberapa model ekonomi dari penelitian terdahulu juga dipelajari, sehingga berdasarkan pada hal-hal tersebut pondasi dari permodelan sistem dinamik dapat dilakukan. Indikator ekonomi yang ditunjukkan oleh GDP dunia digunakan untuk memprediksi volume perdagangan curah kering melalui laut, bersama rerata jarak, kedua variable tersebut terpilih sebagai faktor penentu dari dari sisi permintaan. Sementara armada kapal curah kering dan harga bahan bakar dijadikan faktor penentu dari sisi penawaran. Regresi Linier, analisis deret waktu dan model dinamik permintaan/penawaran dibahas untuk mengidentifikasi metode yang tepat untuk meramalkan tingkat harga di pasar tarif. Setelah model dinamik diuji validitasnya, dua skenario disimulasikan pada model guna meramalkan tingkat BDI dari tahun 2017 sampai 2020. Penelitian ini menunjukkan dari simulasi di atas bahwa pertumbuhan armada kapal merupakan faktor utama yang mempengaruhi BDI, dan kondisi BDI saat ini akan sulit naik dari level rendahnya jika ada tidak ada usaha dari para pemilik kapal untuk mengurangi jumlah armada yang ada di pasaran
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Strategiid
dc.titlePermodelan Dinamik dan Peramalan Tarif Angkutan Curah Keringid
dc.subject.keywordBaltic Dry Index (Bdi)id
dc.subject.keywordModel Sistem Dinamikid
dc.subject.keywordPasar Tarif Angkutan Curah Keringid
dc.subject.keywordPeramalan Tarif Angkutan Pelayaranid
dc.subject.keywordPermintaanid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record