Show simple item record

dc.contributor.advisorHasbullah, Rokhani
dc.contributor.advisorDjohar, Setiadi
dc.contributor.authorSwastiati, Diah Dwi
dc.date.accessioned2025-08-07T10:11:25Z
dc.date.available2025-08-07T10:11:25Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167870
dc.description.abstractPotensi hasil hutan kayu sebesar 5 persen, sedangkan hasil hutan bukan kayu sebesar 95 persen. Salah satu hasil hutan bukan kayu adalah perlebahan. Perlebahan memiliki banyak manfaat, diantaranya dapat menghasilkan produk-produk berupa madu, tepung sari, royal jelly, lilin lebah, propolis, bias lebah, larva lebah, koloni lebah dan ratu lebah. Produk hasil perlebahan yang memiliki banyak manfaat adalah madu yaitu sebagai suplemen kesehatan, kecantikan, anti toksin, obat luka, dan sebagai bahan baku dalam industri makanan dan minuman. Kebutuhan madu ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi saja, tetapi juga untuk menghasilkan produk turunan dari madu. Produk turunan dari madu mulai banyak digunakan pada produk kosmetik, salah satunya sabun. Sabun memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari, oleh karena itu masyarakat mulai memperhatikan kandungan dalam sabun yang digunakan. Masyarakat mulai beralih menggunakan sabun berbahan dasar alami seperti sabun madu. Produsen sabun madu dituntut menghadirkan berbagai varian sabun madu berkualitas yang mampu memenuhi kebutuhan konsumen. CV Madu Apiari Mutiara mampu menangkap peluang tersebut dengan menghadirkan produk sabun kecantikan dan kesehatan berbahan alami madu. Persaingan pada industri sabun alami di Indonesia saat ini sudah cukup ketat. Pada produk sabun alami berbahan madu, CV Madu Apriari Mutiara masih harus bersaing dengan beberapa produsen lain yang sudah lebih dahulu membangun brand dan mendapatkan kepercayaan dari konsumen. Penjualan sabun madu CV Madu Apiari Mutiara setiap tahunnya mengalami penurunan yang disebabkan oleh beberapa masalah yang mungkin terjadi karena adanya kesalahan strategi perusahaan dalam menjalankan bisnisnya. Masalah utama yang muncul adalah keterlambatan perusahaan dalam memenuhi aspek legalitas dan kualitas produk dan belum mampu mengoptimalkan semua potensi dan sumber daya yang dimiliki, serta kurangnya perhatian terhadap perubahan lingkungan bisnis. CV Madu Apiari Mutiara dituntut untuk terus berkembang dalam bisnis ini, oeh karena itu CV madu Apiari Mutiara Membutuhkan strategi bisnis dan model bisnis baru yang dapat dibantu dengan kanvas. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan model bisnis CV Madu Apiari Mutiara yang saat ini sedang dijalankan dan merancang prototipe model bisnis masa depan, berdasarkan hasil dari analisis SWOT, lingkungan eksternal dan empat langkah kerja pada blue ocean strategy. Penelitian ini dilaksanakan pada Januari 2017 hingga Mei 2017. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Penelitian ini difokuskan untuk membuat model bisnis baru yang tepat melalui pendekatan business model canvas. Hasil pemetaan model bisnis CV Madu Apiari Mutiara dengan bisnis model kanvas menunjukkan bahwa segmen pelanggan CV Madu Apiari Mutiara adalah masyarakat menengah ke atas, 13 outlet Serambi Botani, dan 100 toko herbal dengan proposisi nilai yang ditawarkan produk mengandung madu asli, aman untuk semua jenis kulit, produk bervariasi dan menerima pesanan khusus. CV Madu Apiari Mutiara memanfaatkan outlet, pameran, website dan sosial media untuk mencapai target pelanggannya. Hubungan dengan pelanggan menggunakan bantuan personal. Arus penerimaan perusahaan diperoleh dari penjualan produk sabun madu. Sumber daya utama CV Madu Apiari Mutiara dibagi menjadi tiga, manusia, fisik dan finansial dengan aktivitas utama yang dijalankan adalah aktivitas produksi dan pemasaran. Mitra utama yang bekerjasama dengan CV Madu Apiari Mutiara adalah petani madu, PT Brataco, toko parfum, Incubie IPB, dan Pemerintah terkait. Struktur biaya yang dikeluarkan oleh CV madu Apiari Mutiara terdiri atas biaya operasional dan biaya investasi. Setelah melakukan analisis SWOT yang informasinya diperoleh dari hasil pemetaan dan lingkungan bisnis maka dapat dirancang prototipe model bisnis baru untuk masa yang akan datang. Model bisnis baru dirancang dalam dua prototipe, protitipe model bisnis 1 dirancang berdasarkan hasil dari blue ocean strategy yang bertitik pusat pada pengembangan proposisi nilai yang dimiliki CV Madu Apiari Mutiara yaitu pesanan khusus produk sabun madu. Pengembangan proposisi nilai ini mengakibatkan adanya penambahan segmen pelanggan dan perubahan disemua elemen BMC. Perubahan elemen ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan CV Madu Apiari Mutiara. Fokus rancangan prototipe model bisnis 2 terdapat pada pengembangan usaha dengan menambahkan segmen pelanggan dan proposisi nilai. Pengembangan usaha yang mungkin dilakukan adalah dengan adanya program kunjungan industri dan program pelatihan wirausaha dengan segmen pelanggannya adalah pelajar, mahasiswa dan purna bakti. Penambahan ini merubah seluruh elemen BMC, sehingga kompetensi bisnis CV Madu Apiari Mutiara bertambah. Prototipe model bisnis yang dirancang memiliki kelebihan dan kelemahannya masing-masing. Kelebihan pada prototipe model bisnis 1 adalah pendapatan meningkat, perusahaan telah berpengalaman, dan berpeluang memperoleh kontinuitas pesanan. Sedangkan kelemahannya adalah untuk membangun kepercayaan kepada pelanggan baru membutuhkan waktu yang cukup lama, dan perusahaan dituntut untuk kerja cepat tanpa mengabaikan kualitas produk. Kelebihan pada prototipe model bisnis 2 adalah meningkatkan pendapatan perusahaan dan model bisnis ini dapat diterapkan pada produk madu yang lain, sedangkan kelemahannya adalah waktu untuk mempersiapkan kebutuhan program cukup lama dan akan sedikit mengganggu aktivitas perusahaan.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Strategiid
dc.titlePerancangan Model Bisnis Cv Madu Apriari Mutiara Dengan Pendekatan Business Model Canvasid
dc.subject.keywordBlue Ocean Strategyid
dc.subject.keywordBusiness Model Canvasid
dc.subject.keywordMaduid
dc.subject.keywordModel Bisnisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record