| dc.description.abstract | Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) merupakan salah satu lembaga
penelitian untuk komoditas kelapa sawit (Elaeis guineensis), yang menjadikan
penjualan Bahan Tanaman Kelapa Sawit (BTKS) sebagai sumber utama
pendanaan perusahaan (60%). Oleh karena itu, apabila terjadi ketidakstabilan
penjualan BTKS perusahaan maka akan berimbas kepada terhambatnya kegiatan
perusahaan. Berdasarkan MPOB (2017) terdapat peningkatan harga CPO selama
tiga tahun terakhir yaitu sebesar 623 US$/MT pada tahun 2015, menjadi 790
US$/MT pada tahun 2016, dan menjadi 815 US$/MT pada tahun 2017. Harga
CPO yang kian meningkat seharusnya memicu industri kelapa sawit untuk
meningkatkan produksi CPO dengan replanting maupun new planting. Namun
demikian, terjadi penurunan permintaan BTKS nasional yang juga menyebabkan
penurunan penjualan BTKS salah satunya adalah PPKS. Penurunan penjualan
BTKS perusahaan, sudah pasti akan mempengaruhi pendanaan perusahaan yang
nantinya akan berimbas kepada keberlangsungan kegiatan perusahaan.
Berdasarkan hal tersebut, maka perlu dilakukan suatu upaya peningkatan
penjualan BTKS PPKS.
Adapun penurunan penjualan BTKS nasional ini disebabkan oleh dua faktor
utama yaitu, (1) Adanya moratorium terkait pembukaan lahan baru untuk kelapa
sawit (Inpres No 10 Tahun 2011, Inpres No 6 Tahun 2013, Inpres No 8 Tahun
2015, Inpres No 6 Tahun 2017) dan (2) Banyaknya jumlah produsen dalam
industri BTKS.
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, penurunan penjualan BTKS
tentu saja menjadi masalah tesendiri bagi PPKS yang mengandalkan hasil
penjualan BTKS sebagai sumber pendanaannya yang utama. Maka dari itu,
diperlukan suatu upaya untuk meningkatkan penjualan BTKS perusahaan. Pada
saat ini, semakin ketatnya persaingan usaha dan pangsa pasar yang terbatas
membuat PPKS harus dapat merebut pangsa pasar pesaing untuk dapat
meningkatkan penjualannya. Menurut Pleshko LP dan Richard AH (2012) pangsa
pasar sebuah perusahaan sangat bergantung pada jumlah strategi pemasaran yang
cocok. Berdasarkan hal tersebut, maka diperlukan suatu penelitian untuk
merumuskan strategi pemasaran yang tepat bagi PPKS guna meningkatkan
penjualan BTKS.
Agar unggul dalam persaingan, PPKS membuat suatu pemilihan strategi
pemasaran dengan melihat kriteria – kriteria yang mempengaruhi dalam proses
pemilihan strategi pemasaran dengan menggunakan metode Analytical Network
Process (ANP). Alternatif strategi pemasaran pada penelitian ini berdasarkan pada
analisis SWOT. Dari penelitian ini didapatkan hasil bahwa strategi utama yang
sesuai untuk peningkatan penjualan BTKS PPKS adalah (1) Alternatif 1 (Strategi
Positioning Product) yaitu menyediakan produk sesuai dengan apa yang
dibutuhkan pasar saat ini, dengan pengoptimalan kegiatan penelitian oleh tenaga
ahli perusahaan , penggunaan teknologi tepat guna, dan peningkatan perlakuan
(treatment) produk. Dengan menyediakan produk sesuai dengan kebutuhan pasar, maka perusahaan dapat menerapkan strategi positioning product untuk
menanamkan citra, posisi, dan arti produk di benak konsumen sasarannya
(0.091276). dan (2) Alternatif 5 (Strategi Kualitas Pelayanan) yaitu meningkatkan
kualitas pelayanan sebagai daya tarik untuk pelanggan, dengan cara menyusun
metode penjadwalan pesanan, agar tidak terjadi kesalahan penjadwalan yang akan
merugikan perusahaan atau konsumen nantinya, membuat sistem penjualan BTKS
online, mengembangkan sistem pelayanan online untuk konsultasi produk, dan
mengembangkan pelayanan purna jual. (0.081756). | |