Show simple item record

dc.contributor.advisorMa'Srif, Syamsul
dc.contributor.advisorArkeman, Yandra
dc.contributor.authorHarahap, Hasami Wakas
dc.date.accessioned2025-08-07T10:10:44Z
dc.date.available2025-08-07T10:10:44Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167861
dc.description.abstractInventori yang besar adalah salah satu pemborosan yang bisa disebabkan oleh produksi yang berlebih karena tidak sesuai dengan permintaan konsumen. Over production adalah memproduksi sesuatu lebih awal atau dalam jumlah yang lebih besar daripada yang dibutuhkan pelanggan. Selain berdampak pada inventori yang besar over production juga menyebabkan pemborosan-pemborosan lain seperti biaya kelebihan tenaga kerja, biaya penyimpanan, dan biaya transportasi. IGP memiliki masalah inventori yang sangat besar dan biaya overtime produksi yang tinggi sehingga perlu dilakukan perbaikan dan penelitian terkait inventori yang besar dan biaya overtime produksi yang tinggi. Menurunkan inventori dapat dilakukan dengan merubah sistem produksi dari push system menjadi pull system atau kanban system. Kanban system bertujuan agar pengiriman barang sesuai dengan permintaan, tepat jumlah, dan tepat waktu (Just-In-Time). Prasyarat untuk menerapkan Just In Time dengan kanban system yaitu mengikuti takt time, membuat pemeetaan aliran informasi dan material (Value Stream Mapping), membuat heijunka, dan menghitung populasi kanban. Proses desain kanban system dibagi menjadi tiga langkah, yang pertama adalah membuat Value Stream Mapping atau MIFC (Material & Information Flow Chart). Langkah kedua membuat heijunka yaitu meratakan penarikan konsumen dengan menggunakan Toyota goal chased method. Langkah ketiga menghitung jumlah populasi Production Instruction Kanban (PIK) menggunakan Monden’s formula. Penelitian ini dilakukan di PT IGP Astra Otoparts dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari internal perusahaan. Berdasarkan langkah desain sistem kanban didapatkan nilai takt time sebesar 50 detik / unit, penurunan lead time dari 2.4 hari menjadi 0.8 hari dengan menggunakan Value Stream Mapping, pulling ratio 1-2 part withdrawal kanban per 16 menit dengan menggunakan heijunka, dan total production instruction kanban yang beredar sebanyak 659 kanban di mana nilai inventori finished good lini perakitan rear axle – b maksimal 397 kanban atau 397 unit. Selain itu dapat disimpulkan bahwa penerapan sistem kanban dapat menurunkan inventori, biaya inventori finished goods, dan penurunan lead time. Inventori FG menurun 39% dari tahun 2016 ke tahun 2017 dari rata-rata inventori FG perbulan 1652 unit menjadi 1010 unit. Sedangkan biaya inventori menurun signifikan 44% dari ratarata biaya inventori per bulan pada tahun 2016 sebesar Rp 7.15 M menjadi Rp 4 M di tahun 2017. Lead time secara total juga menurun 42%. Penerapan sistem kanban juga dapat disimpulkan bisa menurunkan biaya overtime produksi. Biaya overtime produksi menurun Rp 5.6 M dari Rp 38,7 M di tahun 2016 menjadi Rp 33.1 M di tahun 2017. Total cost saving dari perbaikan sistem produksi dengan menerapkan sistem kanban sebesar Rp 8,75 M yaitu Rp 5.6 M dari penurunan biaya overtime produksi dan Rp 3.15 M dari penurunan inventori Finished Goods.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Produksi Dan Operasiid
dc.titleDesain dan Penerapan Sistem Kanban Untuk Menurunkan Inventori Finished Goods (Studi Kasus Pt.Igp Group Astra Otoparts)id
dc.subject.keywordJust In Timeid
dc.subject.keywordMemperpendek Lead Timeid
dc.subject.keywordPenurunan Inventoriid
dc.subject.keywordSistem Kanbanid
dc.subject.keywordValue Stream Mappingid
dc.subject.keywordHeijunkaid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record