| dc.description.abstract | Yayasan XYZ adalah organisasi non-profit internasional yang berkomitmen
untuk meningkatkan kehidupan di seluruh Asia yang dinamis dan berkembang.
Berdasarkan catatan dan kumpulan informasi dari pengalaman selama enam
dekade dan dengan pengetahuan mengenai keahlian lokal yang mendalam,
pekerjaan kami di seluruh wilayah Asia meliputi lima tujuan – memperkuat
pemerintahan secara menyeluruh, pemberdayaan perempuan, memperluas
kesempatan akses ekonomi, meningkatkan ketahanan lingkungan dan
meningkatkan kerjasama regional (antar wilayah), dimana Indonesia adalah salah
satu negara dimana Yayasan XYZ beroperasi. Tingkat kinerja yang baik tidak
membuat tingkat turnover di Yayasan XYZ rendah, bahkan dapat dikatakan tinggi
dan fenomena ini menarik penulis untuk mengaitkan dengan salah satu teori
perilaku karyawan yaitu OCB dan kepuasan kerja. Teori OCB menarik para
peneliti untuk melihat pengaruhnya terhadap karyawan baik dari kepuasan kerja
dan employee engagement. Berdasarkan latar belakang ini penulis ingin
menganalisis apakah terdapat perilaku OCB di karyawan Yayasan XYZ serta
pengaruh OCB terhadap kepuasan kerja dan employee engagement di Yayasan
XYZ dengan judul “Analisis Pengaruh Organizational Citizenship Behavior
(OCB) dan Kepuasan Kerja terhadap Employee Engagement di Yayasan XYZ”.
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah:
1. Menganalisis perilaku organization citizenship behavior (OCB), tingkat
kepuasan kerja dan employee engagement yang terdapat pada karyawan
Yayasan XYZ.
2. Menganalisis pengaruh organization citizenship behavior (OCB) dan
kepuasan kerja terhadap employee engagement pada karyawan Yayasan XYZ.
3. Merumuskan strategi organisasi dalam employee engagement pada karyawan
Yayasan XYZ berdasarkan teori perilaku organization citizenship behavior
(OCB) dan teori kepuasan kerja.
Pengumpulan data dilakukan dengan cara survey yaitu penyebaran kuisioner
kepada responden. Responden dalam penelitian ini adalah karyawan Yayasan
XYZ dari posisi country representative hingga administrative assistant. . Skala
pengukuran yang digunakan adalah skala likert dengan ukuran ordinal (Umar
2005). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
1. Studi lapangan (Field Research) pengumpulkan data dengan cara melakukan
pengamatan langsung pada perusahaan yang bersangkutan, baik melalui
observasi dan penyebaran kuesioner kepada para pegawai
2. Studi kepustakaan digunakan untuk mengumpulkan data sekunder dari
perusahaan, landasan teori dan informasi yang berkaitan dengan penelitian ini
3. Kuesioner, adalah pengumpulan data dengan cara menyebarkan daftar
pertanyaan kepada responden yang dijadikan sebagai sampel penelitian.
Dalam penelitian ini, analisis data pada SEM-PLS akan menggunakan
bantuan software SmartPLS. PLS merupakan metode alternatif dari Structural
Equation Modeling (SEM) yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan hubungan diantara variabel yang kompleks namun ukuran sampel datanya kecil
(30 sampai 100), mengingat SEM memiliki ukuran sampel data minimal 100
(Hair et al. 2011)
Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Variabel Organizational Citizenship Behavior (OCB) paling dipengaruhi oleh
indikator conscientiousness (0.891), kemudian courtesy (0.856),
sportsmanship (0.805), civic virtue (0.758) dan altruism (0.532). Hal ini
menandakan sikap OCB karyawan dari yayasan XYZ paling dibentuk oleh
sikap conscientiousness. Variabel kepuasan kerja paling dipengaruhi oleh
indikator karir (0.835), kemudian rekan kerja (0.820), pekerjaan (0.804), gaji
(0.773) dan supervisi (0.658). Hal ini menandakan sikap OCB karyawan dari
yayasan XYZ paling dibentuk oleh karir. Variabel employee engagement
paling dipengaruhi oleh indikator belong (0.931), kemudian grow (0.903), get
(0.886) dan give (0.867). Hal ini menandakan sikap OCB karyawan dari
yayasan XYZ paling dibentuk oleh indikator belong.
2. Organization citizenship behavior berpengaruh positif signifikan secara
langsung terhadap kepuasan kerja sebesar 0.645 artinya semakin baik
organization citizenship behavior (OCB) yang dominan direflektifkan oleh
Conscientiousness, Courtesy, Sportmanship maka semakin meningkatkan
kepuasan kerja pegawai. Organization citizenship behavior (OCB) juga
berpengaruh positif signifikan secara langsung terhadap employe engagement
sebesar 0.493 artinya semakin baik organization citizenship behavior (OCB)
yang dominan direflektifkan oleh Conscientiousness, Courtesy, Sportmanship
maka semakin meningkatkan employee engagement pegawai. Kepuasan kerja
berpengaruh positif signifikan secara langsung terhadap employee engagement
sebesar 0.530 artinya semakin tinggi kepuasan kerja pegawai maka semakin
meningkatkan employe engagement pegawai.
3. Optimalisasi pada peluang yang dihasilkan dari penelitian, serta
meningkatkaan penerapan-penerapan indikator yang berpengaruh paling
signifikan positif terhadap peningkatan Employee Engagement, seperti
Coinscientiousness (OCB), Karir (Kepuasan Kerja) dan Belong (Employee
Engagement) perlu direncanakan dengan baik oleh bagian Sumber Daya
Manusia di Yayasan XYZ dan mendapatkan persetujuan dari Pimpinan.
4. Turnover yang cukup tinggi yang terjadi diharapkan dapat ditekan dengan
dengan penerapan perilaku OCB, Kepuasan Kerja dan Employee Engagement.
Rasa memiliki organisasi yang kuat merupakan salah satu faktor yang dapat
mengikat karyawan untuk terus berada dan bekerja di Yayasan XYZ. | |