| dc.description.abstract | Praktik branchless banking yang diterapkan PT. Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk, sejak tahun 2013 dikenal dengan BRILink. Sejak diluncurkan,
BRILink atau Agen BRILink belum memberikan kontribusi maksimal bagi
perusahaan. Hal tersebut terlihat dari masih banyak agen yang bertransaksi dibawah
angka yang diharapkan, yaitu minimal 200 transaksi per bulan atau menghasilkan
komisi bagi agen kurang lebih Rp. 400.000 – Rp. 1.000.000 per bulan. Hal tersebut
diduga karena faktor karakter dari agen yaitu rendahnya pemanfaatan teknologi
branchless banking oleh agen yang mengakibatkan lambatnya adopsi teknologi.
Melalui penelitian ini dilakukan penyelidikan faktor-faktor yang berpengaruh
terhadap perilaku adopsi teknologi branchless banking melalui penggunaan fitur
BRILink di mesin EDC oleh para agen. Agen yang diteliti adalah agen yang telah
aktif melakukan transaksi finansial yaitu menghasilkan komisi per bulan minmal
Rp. 1000.000.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Unified Theory of
Acceptance and Use of Technology 2 (UTAUT 2). Metode pengumpulan data
dilakukan dengan menyebar kuesioner secara online ke 205 responden di wilayah
BRI Kantor Wilayah Semarang. Desain penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif
dengan metode cross sectional survey dan analisis data menggunakan structural
equation model (SEM) dengan bantuan sofware SmartPLS v.3.2.7. Berdasarkan
hasil pengolahan data dapat diketahui bahwa niat menggunakan (behavioral intense
to use) fitur BRILink dipengaruhi oleh harapan usaha (effort expectancy) dan
pengaruh sosial (social influence). Sementara faktor performance expectacy,
facilitating conditions, hedonic motivation, price, dan habit tidak memiliki
pengaruh yang signifikan terhadap perilaku penggunaan fitur BRILink. Niat
penggunaan juga signifikan mempengaruhi perilaku penggunaan agen.
Oleh karena itu, agar adopsi teknologi branchless banking oleh Agen
BRILink dapat dipercepat maka diperlukan peran serta dari people yaitu pegawai
BRI untuk mendidik dan mengarahkan penggunaan fitur BRILink serta mengkaji
process yaitu kemudahan pengoperasian fitur BRILink baik yang telah ada atau
yang akan datang. Saran dari hasil penelitian ini adalah melakukan penelitian
lanjutan yaitu berfokus kepada agen yang masih rendah transaksinya, sehingga akan
didapat faktor-faktor yang menyebabkan adopsi teknologi BRILink tidak berjalan
dengan baik pada agen dengan kategori tersebut. | |