| dc.description.abstract | Pelayanan maskapai penerbangan menjadi salah satu daya tarik penumpang
dalam menentukan pemilihan maskapai penerbangan. PT XYZ merupakan anak
perusahaan dari maskapai penerbangan milik negara yaitu PT Garuda Indonesia
(Persero) Tbk yang bergerak dalam bisnis katering penerbangan. Kinerja
keuangan dalam kurun waktu 2012 hingga 2016, revenuemengalami peningkatan
sebesar 48,64%, sedangkan untuk gross profit dan net profit cenderung
mengalami penurunan mulai dari tahun 2014. Penurunan profit pada tahun 2016
terjadi cukup signifikan yaitu mencapai 29,90% untuk gross profit dan 65,14%
untuk net profit dibandingkan tahun sebelumnya.
Persaingan dengan kompetitor utama dalam bisnis katering penerbangan
semakin meningkat dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Hal tersebut ditandai
dengan beralihnya tiga customer PT XYZ unit CGK ke kompetitor pada tahun
2015 s/d 2016 yaitu Qatar Airways (QR) pada Januari 2015, All Nippon Airways
(NH) pada Juni 2015, dan China Shoutern Airlines (CZ) pada Januari 2016. Qatar
Airways dan ANA merupakan dua airlines yang termasuk 5 customer airlines
dengan revenue terbesar PT XYZ Unit CGK. Strategi yang komprehensif
diperlukan sebagai dasar perusahaan dalam mengambil keputusan dan langkahlangkah perbaikan untuk menghadapi lingkungan bisnis yang semakin kompleks.
PT XYZ Unit CGK perlu merumuskan strategi perkembangan usaha untuk
menjamin keberlangsungan bisnis perusahaan.
Tujuan penelitian ini adalah menganalisis keunggulan bersaing PT XYZ
Unit Jakarta (CGK) untuk pengembangan bisnis perusahaan dan menganalisis
serta merumuskan strategi pengembangan usaha yang tepat bagi PT XYZ Unit
Jakarta (CGK). Metode yang digunakan dalam penelitian adalahobservational
case studydengan pendekatan analisis IFE dan EFE untuk penyusunan Matriks IE
hingga diperoleh alternatif strategi. Pemilihan prioritas strategi dengan
menggunakan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT XYZ mampu memberikan respon
yang baik untuk faktor eksternal dan internal perusahaan. Hasil alternatif strategi
pada tahapan pencocokan adalah strategi intensif yaitu penetrasi pasar,
pengembangan pasar, dan pengembangan produk atau strategi integrasi yaitu
integrasi ke belakang, integrasi ke depan dan intergrasi horizontal. Hasil evaluasi
dengan Matriks QSPM diketahui startegi prioritas pada PT XYZ adalah dengan
mengembangkan paket one stop service dinilai pakar paling sesuai dengan kondisi
perusahaan dan dikembangkan menjadi salah satu strategi pengembangan bisnis.
Dalam jangka panjang PT XYZ perlu mengembangkan pasar untuk sektor non
penerbangan mengingat pasar untuk katering penerbangan sifatnya captive dan
memerlukan jangka waktu lama untuk berkembang. | |