Show simple item record

dc.contributor.advisorNurrochmat, Dodik Ridho
dc.contributor.advisorBakhtiar, Toni
dc.contributor.authorLantera, Kara Gus
dc.date.accessioned2025-08-07T10:09:47Z
dc.date.available2025-08-07T10:09:47Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167846
dc.description.abstractHutan berkontribusi besar dalam pembangunan nasional dan memberikan manfaat nyata bagi bangsa Indonesia. Manfaat tersebut antara lain adalah manfaat lingkungan, ekonomi dan sosial budaya yang dapat dioptimalkan. Guna meningkatkan manfaat hutan di bidang ekonomi, maka dilakukanlah perdagangan kayu di Indonesia. Pada tahun 1985 pemerintah memberlakukan secara total pelarangan ekspor kayu log yang bertujuan mencegah illegal loging, semenjak saat itu mulailah muncul berbagai jenis olahan hasil hutan kayu berupa sawn timber (kayu gergajian), plywood (kayu lapis), particle board dan furniture yang berasal dari kelas kayu rimba campuran, meranti dan mewah. Pemerintah menerbitkan SKB Menteri Kehutanan Nomor 1132/ Kpt-II/ 2001 dan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 192/ MPP/ Kep/ 10/ 2001 yang melarang ekspor log dan sawn timber. PDB sektor kehutanan dari tahun 2006 hingga 2015 cenderung terus turun. Sedangkan diketahui bahwa bahan baku hasil hutan kayu cukup besar. Perdagangan kayu di Indonesia dapat dimaksimalkan potensinya dengan cara memilih produk hasil hutan yang tepat, di mana produk tersebut memiliki nilai jual yang tinggi. Dengan memilih produk yang memiliki nilai tertinggi maka diharapkan mampu meningkatkan nilai penjualan hasil hutan kayu terutama di luar negeri, tentu saja dengan memperhatikan kebijakan-kebijakan tertentu serta mempetimbangkan jumlah permintaan produk hasil hutan kayu baik di dalam maupun luar negeri. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui marjin pemasaran dan marjin keuntungan tertinggi dari produk hasil hutan kayu serta pertimbangan pemberian izin ekspor terhadap log dan sawn timber agar dapat dilakukan peningkatan nilai tambah yang tepat dalam perdagangan kayu di Indonesia. Didapatkan hasil berdasarkan analisis marjin pemasaran dan marjin keuntungan bahwa kelas kayu rimba campuran sebaiknya dijual dalam bentuk plywood, kelas kayu meranti dijual dalam bentuk sawn timber dan diberikan pertimbangan izin ekspor, serta kelas kayu mewah dijual dalam bentuk furniture
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Strategiid
dc.titleStrategi Peningkatan Nilai Tambah Perdagangan Kayu Di Indonesiaid
dc.subject.keywordEksporid
dc.subject.keywordHasil Hutanid
dc.subject.keywordMarjin Keuntunganid
dc.subject.keywordMarjin Pemasaranid
dc.subject.keywordNilai Tambah Kayuid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record