| dc.description.abstract | Pendidikan tinggi yang bermutu merupakan pendidikan tinggi yang
menghasilkan lulusan yang kompeten, dan menghasilkan ilmu pengetahuan dan
teknologi yang berguna bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Perguruan tinggi di
Indonesia secara umum sedang memperbaiki diri terutama dalam implementasi
sistem penjaminan mutu internal dan eksternal. Berdasarkan data BAN-PT per
Januari 2017 hanya 49 perguruan tinggi di Indonesia terakreditasi institusi dengan
status A, yang sebagian besar adalah Perguruan Tinggi Negeri (PTN), dan hanya
15 diantaranya adalah Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Tak dapat dipungkiri
bahwa saat ini, PTS di bawah Koordinasi Kopertis Wilayah XII menghadapi
berbagai tantangan dan kesulitan untuk bersaing. Persaingan bukan saja dengan
PTN, namun antar perguruan tinggi dalam wilayah.
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi peran dan kinerja Kopertis
Wilayah XII, mengidentifikasi kondisi mutu PTS di KOP XII dan menganalisis
faktor penyebab rendahnya pengajuan akreditasi institusi PTS di Kopertis XII
serta merumuskan strategi yang harus dilakukan Kopertis Wilayah XII agar dapat
meningkatkan status akreditasi perguruan tinggi swasta. Pendekatan yang
dilakukan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik
pengumpulan data penelitian ini dilakukan dengan teknik wawancara yang berisi
pertanyaan tertulis. Responden dalam penelitian ini berjumlah 26 orang yang
terdiri dari Pimpinan PTS, Pimpinan Yayasan, Ketua LPM, Dosen, Koordinator
Kopertis XII dan Kepala Seksi Kelembagaan. Analisis data yang digunakan dalam
penelitian ini adalah analisis SWOT dan analisis Ishikawa.
Hasil dari penelitian ini menunjukan peran dan fungsi Kopertis Wilayah
XII dalam peningkatan mutu pendidikan di PTS yang sudah dilakukan secara baik
melalui program kerja setiap tahun sesuai dengan Rencana Strategi (Renstra)
Kopertis Wilayah XII. Walaupun tingkat pencapaian kinerja Kopertis Wilayah
XII yang diukur melalui beberapa indikator masih belum maksimal. Kondisi mutu
PTS di KOP XII berdasarkan sumber daya manusia, sarana prasarana, mahasiswa,
penelitian dan pengabdian kepada masyarakat masih rendah. Ini teridentifikasi
dengan masih ada tenaga pengajar yang belum mempunyai jabatan akademik,
jabatan akademik dosen AA yang masih sangat banyak, dosen yang masih
berkualifikasi S1, dan seleksi masuk mahasiswa pada beberapa PTS masih
dilakukan secara manual, sarana dan prasarana belum lengkap atau perlu
perbaikan, serta penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang masih relatif
rendah. Faktor-faktor penyebab rendahnya pengajuan akreditasi oleh PTS
disebabkan karena belum dipahaminya visi dan misi PTS, tata kelola lembaga
pendidikan, fungsi lembaga penjaminan mutu, masih rendahnya kualifikasi dosen,
keterbatasan sarana, prasarana, dan sistem informasi terbatas, belum relevannya
kurikulum dengan KKNI, masih rendahnya minat dosen melakukan penelitian dan
pengabdian kepada masyarakat, serta publikasi yang rendah. Strategi Kopertis
Wilayah XII yaitu penguatan internal Kopertis dalam hal sumber daya manusia
yang lebih kompeten, dan sistem tata kelola yang efisien, mengoptimalkan implementasi teknologi dalam peningkatan program pembinaan berbasis data
kepada PTS, peningkatan dan pengembangan sistem informasi guna peningkatan
mutu PTS, dan pembimbingan dalam implementasi PPEPP (Penetapan,
Pelaksanaan, Evaluasi , Pengendalian dan Peningkatan Standar). | |