Show simple item record

dc.contributor.advisorMa'Arif, Syamsul
dc.contributor.advisorAffandi, Joko
dc.contributor.authorSavitri, Imelda
dc.date.accessioned2025-08-07T10:09:33Z
dc.date.available2025-08-07T10:09:33Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167842
dc.description.abstractBagi perusahaan, pemberian imbalan dipandang sebagai kunci mengelola sumber daya manusia secara efektif sesuai kebutuhan perusahaan dan karyawan. Oleh karenanya, perusahaan sangat perlu memikirkan kebijakan imbalan yang tepat. Salah satu bentuk imbalan adalah upah atau gaji. Selayaknya upah atau gaji yang diterima seseorang didasarkan pada kinerja atau prestasi orang tersebut. Untuk penerapannya, dibutuhkan adanya alat administratif berupa struktur dan skala upah yang dapat dijadikan pedoman dalam penetapan besarnya upah atau gaji maupun pergerakan peninjauan upah pokok masing-masing pekerja/buruh. PT. XYZ merupakan perusahaan skala usaha menengah di industri farmasi yang belum menerapkan struktur dan skala upah sehingga perlu dilakukan penelitian. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengkaji penerapan struktur upah di perusahaan dikaitkan dengan prinsip keadilan, meneliti faktor-faktor yang memengaruhi peninjauan upah dasar atau upah pokok pekerja/buruh, serta merumuskan dan mengusulkan alternatif pernyempurnaan struktur upah di PT. XYZ. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pengumpulan data dan informasi melalui observasi, penyebaran kuesioner kepada pekerja/buruh, wawancara, serta pengumpulan data sekunder. Teknik pengolahan dan analisis data pada penelitian ini adalah tabulasi silang dan persentase, serta analisis deskriptif dalam mengkaji penerapan struktur upah di perusahaan dan untuk mendapatkan informasi mengenai faktor-faktor yang memengaruhi peninjauan upah dasar atau upah pokok di perusahaan. Untuk dapat merumuskan dan mengusulkan alternatif penyempurnaan struktur upah di PT. XYZ ditempuh langkah-langkah penyusunan struktur dan skala upah. Alat bantu analisis yang digunakan adalah metode Eckenrode, metode point factor, serta metode linier dan exponential. Berdasarkan metode Eckenrode, tanggung jawab operasional memiliki bobot yang paling besar yaitu 0.16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur upah di PT. XYZ belum sepenuhnya mencerminkan keadilan baik keadilan internal maupun keadilan eksternal. PT. XYZ belum melaksanakan evaluasi jabatan dan survei upah (benchmark) dalam penetapan struktur upah pokok di perusahaan. Di sisi lain, masih terdapat sejumlah responden yang menyatakan tidak puas atas upah pokok yang diterima. Alasan terbesar adalah upah pokok yang diterima hanya sebatas upah minimum. Penelitian ini telah merumuskan dan mengusulkan struktur dan skala upah di PT. XYZ dengan metode linier dan eksponensial sebagai upaya yang dapat ditempuh oleh perusahaan agar struktur upah yang diterapkan dapat berkeadilan dan dapat meningkatkan kepuasan pekerja/buruh.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Sumber Daya Manusiaid
dc.titleAnalisis Struktur Upah Di Pt.Xyz Dalam Memedomani Prinsip Keadilanid
dc.subject.keywordFarmasiid
dc.subject.keywordKeadilan Upahid
dc.subject.keywordStruktur Upahid
dc.subject.keywordMetode Eckenrodeid
dc.subject.keywordMetode Point Factorid
dc.subject.keywordMetode Linier Dan Exponentialid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record