Show simple item record

dc.contributor.advisorFahmi, Idqan
dc.contributor.advisorNajib, Mukhamad
dc.contributor.authorIhsani, Adilah
dc.date.accessioned2025-08-07T10:08:58Z
dc.date.available2025-08-07T10:08:58Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167834
dc.description.abstractMengonsumsi makanan halal merupakan suatu kewajiban bagi setiap muslim seperti yang tercantum dalam Al-Qur’an. Jumlah umat muslim di Indonesia yang mencapai lebih dari 200 juta penduduk (BPS 2017) menjadikan produk halal menjadi bisnis yang cukup menggiurkan. Namun sayangnya produk yang belum jelas kehalalannya masih banyak beredar di pasaran. Rencana pemerintah untuk segera mensahkan undang-undang jaminan produk halal masih terus dilakukan. Salah satu daerah yang tengah mempersiapkan diri menjadi kota halal di Indonesia adalah kota Bogor. Sejak tahun 2009 pemerintah kota Bogor telah merancang peraturan daerah untuk menjadikan Bogor sebagai kota halal pertama di Indonesia. Pemerintah kota Bogor bekerjasama dengan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) konsisten mensosialisasikan pentingnya sertifikasi halal bagi para pengusaha pangan dan kosmetik khususnya di kota Bogor. Salah satu upaya sosialisasi terhadap produk halal yang dilakukan oleh LPPOM MUI adalah dengan meluncurkan sebuah aplikasi bernama “Halal MUI” pada tahun 2014 yang bertujuan untuk memudahkan konsumen mendapatkan informasi halal suatu produk. Dengan memasukkan nama produk atau memindai barcode melalui aplikasi mobile “Halal MUI”, aplikasi tersebut dapat memberikan informasi tentang status halal produk dan juga tanggal kadaluwarsa dari sertifikat halal yang ada pada kemasan produk. Diharapkan dengan adanya aplikasi ini memudahkan konsumen muslim melakukan pembelian produk-produk yang jelas kehalalannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesadaran, ketertarikan dan minat konsumen muslim kota Bogor terhadap aplikasi “Halal MUI”, mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat memengaruhi konsumen muslim kota Bogor untuk menggunakan aplikasi “Halal MUI” dan merumuskan strategi peningkatan adopsi aplikasi pencarian “Halal MUI” pada konsumen muslim kota Bogor dalam melakukan pembelian produk. Penelitian dilakukan pada bulan April sampai dengan Juni 2017 dengan mengambil lokasi di kota Bogor. Responden penelitian ini sebanyak 250 orang yang merupakan pengguna smartphone aktif di kota Bogor. Penelitian ini difokuskan pada faktor-faktor yang memengaruhi konsumen untuk kemudian mengadopsi aplikasi “Halal MUI” menggunakan kerangka model AIDA (Awareness, Interest, Desire, Adoption), komunikasi, atribut teknologi dan religiusitas. Analisa data pada penelitian ini menggunakan metode PLS (Partial Least Square). Hasil dari penelitian ini menunjukkan faktor komunikasi dan teknologi memiliki pengaruh positif dan signifikan dalam keputusan untuk mengadopsi aplikasi. Namun faktor religiusitas terbukti tidak memiliki hubungan pada keputusan responden dalam mengadopsi aplikasi “Halal MUI”.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Pemasaranid
dc.titleStrategi Peningkatan Adopsi Teknologi Pencarian dan Pemindaian Aplikasi Halal Mui Di Kota Bogorid
dc.subject.keywordAdopsi Teknologiid
dc.subject.keywordAidaid
dc.subject.keywordDifusi Inovasiid
dc.subject.keywordReligiusitasid
dc.subject.keywordPartial Least Square (Pls)id
dc.subject.keywordHalal Muiid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record