Show simple item record

dc.contributor.advisorSiregar, Hermanto
dc.contributor.advisorHardiyanto, Arief Tri
dc.contributor.authorErdalinda
dc.date.accessioned2025-08-07T10:08:43Z
dc.date.available2025-08-07T10:08:43Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167831
dc.description.abstractKondisi ekonomi global menjadi fokus perhatian investor pasar modal dalam memutuskan investasi terutama sejak terjadinya krisis finansial di Amerika Serikat akibat subprime mortgage yang terjadi pada tahun 2007 dan mencapai puncaknya pada September tahun 2008 dengan runtuhnya Lehman Brothers bank investasi terbesar ke 4 di Amerika Serikat yang sudah berdiri sejak 158 tahun. Krisis ini menyebabkan kekhawatiran yang sangat besar di pasar keuangan global, pasar saham internasional dan pasar luar negeri. Pada awal tahun 2010, zona Euro pun mengahadapi krisis utang serius yang telah menempatkan Yunani pada krisis ekonomi yang sangat hebat. Pertumbuhan ekonomi Cina juga menunjukkan perlambatan mulai tahun 2010, yang makin memperburuk keadaan ekonomi global. Pertumbuhan ekonomi global menunjukkan tren penurunan sejak tahun 2010. Data dari Bank Dunia tahun 2015 menunjukkan United States menduduki peringkat pertama ekonomi dunia, disusul oleh Cina sebagai peringkat kedua. Kontribusi ekonomi kedua negara hampir 40% dari ekonomi dunia, yang berarti kondisi ekonomi kedua negara mempunyai pengaruh yang besar terhadap ekonomi global. Kondisi ekonomi akan berpengaruh terhadap sektor perbankan dan pasar modal. Hasil penelitian menunjukkan kinerja Bank BCA, BRI dan Mandiri yaitu rasio NIM, NPL, LDR dan CAR tidak terpengaruh oleh perlambatan ekonomi global. Semua rasio keuangan tersebut pada ketiga bank termasuk kategori sehat, hanya Bank Mandiri yang memiliki NPL yang tinggi pada awal periode penelitian tetapi bukan karena pengaruh ekonomi global. Return saham perbankan selama periode penelitian sangat berfluktuasi seiring dengan kondisi ekonomi global yang tidak menentu. Apalagi Amerika Serikat juga menghadapi pemilihan Presiden dalam periode penelitian, dengan Presiden yang terpilih berasal dari partai yang berbeda dengan Presiden sebelumnya sehingga menambah ketidakpastian ekonomi global. Perlambatan ekonomi global khususnya GDP growth Cina berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham perbankan. GDP growth Indonesia dan CAR berpengaruh negatif dan signifikan. GDP growth Amerika Serikat, NIM, NPL, LDR tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham perbankan.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Keuanganid
dc.titlePengaruh Perlambatan Ekonomi Global Terhadap Kinerja Keuangan dan Return Saham Perbankan Di Bursa Efek Indonesiaid
dc.subject.keywordAnalisa Data Panelid
dc.subject.keywordKinerja Keuanganid
dc.subject.keywordPerlambatan Ekonomi Globalid
dc.subject.keywordReturn Sahamid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record