Show simple item record

dc.contributor.advisorAnggraeni, Lukytawati
dc.contributor.advisorSanim, Bunasor
dc.contributor.authorUtari, Stephani
dc.date.accessioned2025-08-07T10:07:33Z
dc.date.available2025-08-07T10:07:33Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167814
dc.description.abstractSaat ini banyak industri perbankan yang berupaya memenangkan persaingan dengan meningkatkan pendapatan yang berasal dari bunga, non bunga (Fee Base Income) ataupun dari Dana Pihak Ketiga (DPK) yang semakin ketat. Upaya untuk meningkatkan CASA pada level yang lebih dominan teradap total dana DPK, diharapkan dapat memberikan peningkatan pada nilai Net Interest Margin (NIM) ditengah ketatnya likuiditas perbankan saat ini. Berdasarkan komposisi ideal CASA dan Non-CASA untuk industri perbankan adalah 60% : 40%. Namun pada Kantor Wilayah Jakarta 1, komposisi CASA saat ini adalah 43,46% : 56,54%. Oleh karena itu, dalam penelitian ini, Kantor Wilayah Jakarta 1 harus membangun strategi yang tepat dalam meningkatkan CASA khususnya tabungan. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif melalui kuesioner kepada 100 nasabah dan lima orang pakar dari manajemen Kantor Wilayah Jakarta 1 yang dipilih secara sengaja. Hasil dari kuesioner nasabah berupa persepsi nasabah terhadap produk tabungan BRI akan menjadi pertimbangan para pakar untuk menganalisis faktor internal dan eksternal yang nantinya akan dilakukan analisis dengan Mariks IFE/EFE dan Matriks IE untuk mengetahui kondisi perusahaan saat ini, kemudian QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix) digunakan sebagai alat analisis dalam perumusan strategi alternatif. Secara umum profil responden/nasabah adalah umur nasabah Bank BRI berada pada rangeumur yang produktif yaitu 26-35 tahun, dengan pendapatan perbulan Rp 2–5 juta per bulan. Dari segi pendidikan, pendidikan rata-rata nasabah adalah berpendidikan Sarjana (S1) sebesar 49%. Alasan nasabah bertansaksi di BRI adalah karena alasan keamanan (76 %) dan berdasarkan tingkat kepuasan responden terhadap BRI, 56% menyatakan sangat puas dengan pelayanan yang diberikan dan 85% menyatakan pelayanan yang diberikan BRI cepat dan 15% responden menyatakan pelayanan BRI lambat. Atas keterlambatan ini, 7% memiliki keluhan terhadap BRI. Keluhan tersebut tertuju pada jaringan yang sering offine, antrian panjang pada banking hall dan fasilitas ATM dan merchant EDC yang masih sedikit khususnya di tempat pembelanjaan umum. Penentuan pasar sasaran Kantor Wilayah Jakarta 1 merupakan salah satu hal yang menjadi dasar dalam penentuan strategi yang akan dilakukan. Berikut adalah pasar sasaran Kantor Wilayah Jakarta 1 yang 60% merupakan dana perusahaan pemerintah dan 40% dana ritel. Strategi peningkatan CASA khususnya produk tabungan yang dilakukan oleh Kantor Wilayah Jakarta 1 saat ini adalah “Strategi Penetrasi Pasar dengan Meningkatkan Bauran Pemasaran Produk Tabungan”. Strategi ini dilakukan melalui peningkatan dan pengembangan dari Product, Place, Promotion, People, Process dan Physical Evidence.Strategi yang telah dilakukan saat ini dinilai belum maksimal karena masih berfokus pada instansi pemerintah, masih besar peluang untuk dapat melakukan kerjasama dengan perusahaan swasta atau swasta asing serta perlu adanya perkembangan lebih lanjut pada fitur produk tabungan BRI.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Strategiid
dc.titleStrategi Peningkatan Casa Untuk Meningkatkan Tabungan Kantor Wilayah Jakarta I Pt.Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbkid
dc.subject.keywordCasid
dc.subject.keywordBank Briid
dc.subject.keywordIfe Dan Efe Matrikie Matrikid
dc.subject.keywordKantor Wilayah Jakarta 1id
dc.subject.keywordManajemen Strategiid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record