| dc.description.abstract | Bursa komoditi merupakan suatu sarana perdagangan yang terorganisir
untuk melakukan tansaksi jual beli komoditi dibentuk agar perdagangan komoditi
berjalan baik dan risiko dalam perdagangan dapat terkendali. Salah satu risiko
yang terjadi dalam perdagangan komoditi adalah harga berfluktuasi. Indonesia
merupakan negara penghasil beberapa komoditi utama salah satu yaitu komoditi
kakao. Kakao di Indonesia merupakan produsen terbesar ketiga di dunia. Kakao
mengalami pergerakan harga yang berfluktuatif dalam perdagangan komoditi
yang menyebabkan kekahwatiran pelaku usaha. Bursa Berjangka Jakarta
merupakan salah satu bentuk kegiatan pengelolah risiko harga yang
memperdagangkan kakao di pasar perjangka. Pergerakan harga futures dan harga
spot kakao yang berfluktuatif di pasar berjangka menjadi risiko pasar dan cela
bagi pelaku pasar untuk mendapat keuntungan dari perbedaan harga futures dan
harga spot. Pergerakan harga spot dan harga futures akan membentuk
keseimbangan harga di pasar. Kesimbangan harga spot dan harga futures yang
terbentuk dapat dijadikan tolak ukur tingkat efisien pasar. Besarnya potensi pasar
berjangka komoditi kakao dilakukan pengujian hipotesis pasar efisien untuk
memberi informasi pada pelaku pasar. Tujuan penelitian ini adalah 1) Melihat
perkembangan perdagangan pasar berjangka pada komoditi kakao di Bursa
Berjangka Jakarta, 2) Menguji pasar efisien jangka panjang pada pasar berjangka
pada komoditi kakao, 3) Menguji pasar efisien jangka pendek pada pasar
berjangka pada komoditi kakao.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan difrensial. Data yang
digunakan dalam penelitian ini adalah voume transaksi kontrak kakao, harga spot
dan harga futures historis harian kakao sejak komoditi kakao bergabung di pasar
berjangka Desember tahun 2011 sampai Desember tahun 2016. Analisis deskriptif
pada perkembangan perdagangan pasar berjangka komoditi kakao dari nilai
volume trading komoditi kakao yang mengalami pertumbuhan fluktuatif antara -
126,050% sampai 39,480%, dan pertumbuhan rata-rata Kakao sebesar -6,462%.
Bursa berjangka komoditi kakao mengalami peningkatan dari tahun 2011-2015
dan berada di puncak tertinggi pada tahun 2015 yang disebabkan karena harga
futures meningkat sehingga dibaca investor kondisi yang menguntungkkan untuk
melakukan transaksi pada komoditi kakao. Nilai volume kakao mengalami
penurunan pada tahun 2016 yang disebabkan oleh turunnya harga spot dan harga
futures komoditi kakao di Indonesia sehingga investor tidak tertarik untuk
melakukan transaksi dan melakukan transaksi jual di komoditi kakao.
Pengujian efisiensi pasar pada penelitian ini dilakukan pada hubungan
jangka panjang dan hubungan jangka pendek serta mengandung risk premium
antara harga spot dan harga futures. Uji stasioner data harga spot dan harga
futures menggunakan uji akar unit Augmented Dickey Fuller (ADF) menunjukkan
bahwa data harga spot dan harga futures telah stasioner pada tahap first difference.
Tahap selanjutnya adalah dengan melakukan pengujian kointegrasi, maka model
yang digunakan adalah Error Correction Model (ECM). | |