Show simple item record

dc.contributor.advisorMa'Arif, Syamsul
dc.contributor.advisorYuliati, Lilik Noor
dc.contributor.authorRahadianto, Naufal Arief
dc.date.accessioned2025-08-07T10:06:22Z
dc.date.available2025-08-07T10:06:22Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167794
dc.description.abstractKemacetan merupakan permasalahan umum di kota-kota besar, termasuk Jakarta sebagai daerah khusus ibu kota. Kemacetan yang terjadi disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain tingkat aktivitas lalu lintas yang cukup tinggi, baik pergerakan di dalam kota Jakarta, atau pun kendaraan yang masuk dan keluar Jakarta, jumlah kendaraan yang terus meningkat, serta ketidakseimbangan antara pertumbuhan jalan dengan peningkatan jumlah kendaraan bermotor. Pemerintah sebagai regulator telah mengeluarkan beberapa kebijakan terkait kemacetan, seperti pemberlakuan nomor genap ganjil, pajak progresif untuk kepemilikan kendaraan lebih dari satu, dan lain sebagainya. Permasalahan kemacetan di Jakarta dapat dikurangi dengan penggunaan transportasi umum massal seperti Transjakarta. Akan tetapi minat masyarakat dalam menggunakan Transjakarta masih rendah. Masih banyak masyarakat yang memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi. Penggunaan kendaraan pribadi justru membuat kondisi lalu lintas makin padat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perilaku pengguna kendaraan pribadi. Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi minat penggunaan bus Transjakarta, serta implikasi manajerial terkait dengan minat menggunakan Transjakarta. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diambil dengan menggunakan kuesioner kepada responden dengan kriteria tertentu (purposive sampling). Pengambilan data dilakukan pada bulan Maret – Mei 2017. Jumlah sampel yang berhasil dikumpulkan untuk diolah sebanyak 190 responden. Uji Spearman dan uji Pearson dilakukan untuk melihat korelasi antara demografi responden dengan minat penggunaan Transjakarta. Structural Equation Model (SEM) digunakan untuk menguji hubungan variabel-variabel yang dapat mempengaruhi minat penggunaan Transjakarta. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa minat penggunaan Transjakarta tidak memiliki hubungan dengan perbedaan jenis kelamin, latar belakang pendidikan, dan usia. Sementara biaya transport menunjukkan adanya korelasi dengan minat penggunaan Transjakarta. Hasil dari hasil pengujian variabel laten mengungkapkan bahwa norma pribadi, pengaruh sosial, dan persepsi kualitas berpengaruh secara signifikan terhadap minat berperilaku pengguna potensial. Berdasarkan hasil penelitian ini pemerintah sebagai regulator dan PT Transjakarta sebagai penyedia jasa layanan dapat mengembangkan beberapa strategi jasa layanan dan edukasi untuk meningkatkan minat masyarakat dalam menggunakan Transjakarta. Meningkatkan kesadaran masyarakat atas dampak lingkungan yang mungkin terjadi akibat penggunaan kendaraan pribadi, serta meningkatkan awareness produk Transjakarta melalui berbagai media.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Pemasaranid
dc.titleAnalisis Minat Penggunaan Bus Transjakartaid
dc.subject.keywordDampak Lingkunganid
dc.subject.keywordMinat Perilakuid
dc.subject.keywordNorma Pribadiid
dc.subject.keywordPengaruh Sosialid
dc.subject.keywordPersepsi Kualitasid
dc.subject.keywordTransportasi Umumid
dc.subject.keywordTransjakartaid
dc.subject.keywordSemid
dc.subject.keywordUji Spearmanid
dc.subject.keywordUji Pearsonid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record