Show simple item record

dc.contributor.advisorAnggraeni, Lukytawati
dc.contributor.advisorPasaribu, Syamsul Hidayat
dc.contributor.authorPutri, Nadhira Afina
dc.date.accessioned2025-08-07T10:06:17Z
dc.date.available2025-08-07T10:06:17Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167793
dc.description.abstractPasar saham merupakan instrumen terpenting yang dimiliki oleh suatu negara dikarenakan merupakan salah satu pendanaan eksternal perusahaan untuk kegiatan produksi. Terdapat dua faktor yang mempengaruhi investor dalam melakukan investasi, yaitu faktor internal dan eksternal perusahaan. Pada saat ini sistem perekonomian di berbagai negara mengaut sistem perekonomian terbuka. Hal ini mengakibatkan keterkaitan antara negara small open economy seperti Indonesia, terhadap negara large open economy seperti Amerika. Maka dari itu faktor eksternal perusahaan yaitu kebijakan moneter menjadi salah satu pertimbangan terpenting yang harus diperhatikan investor, baik kebijakan moneter dalam negeri maupun kebijakan moneter luar negeri. Kebijakan moneter yang menjadi pusat perhatian di berbagai negara adalah kebijakan moneter Amerika Serikat, dengan melakukan pengendalian terhadap suku bunga Federal Fund Rate (Fed rate). Fed rate dijadikan sebagai suku bunga acuan bagi suku bunga bank sentral di negara lain, dikarenakan mata uang AS yaitu USD adalah mata uang global yang digunakan dalam kegiatan berbisnis dan dijadikan sebagai cadangan devisa. Maka dari itu pengumuman suku bunga Amerika Serikat dijadikan sebagai tolak ukur dalam penentuan suku bunga acuan, termasuk suku bunga acuan Indonesia (BI rate). BI rate dan Fed rate dijadikan pertimbangan investor dalam melakukan investasi di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pengumuman Fed rate dan BI rate dapat memberikan dampak terhadap pergerakan pasar saham di Indonesia. Respon pasar saham terhadap suatu peristiwa dapat diukur dengan menggunakan abnormal return dan volume perdagangan. Maka dari itu penelitian ini dilakukan untuk dapat mengetahui pengaruh pengumuman Fed rate dan BI rate terhadap abnormal return dan volume perdagangan terhadap pasar saham di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dan kuantitatif dengan menggunakan data sekunder. Adapun periode penelitian ini dimulai dari bulan Agustus 2016 sampai dengan Maret 2017. Hal ini dikarenakan pada bulan Agustus 2016 perubahan suku bunga Indonesia dari BI rate menjadi BI rate 7 day repo. Metode analisis yang digunakan untuk mengetahui dampak pengumuman suku bunga terhadap abnormal return dan volume perdagangan adalah dengan metode event study. Model perhitungan untuk memperoleh abnormal return yaitu dengan market model, sedangkan perubahan volume perdagangan dengan menggunakan Trading Volume Activity (TVA). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pengumuman Fed rate dan BI rate yang dilakukan pada bulan September 2016, November 2016, Desember 2016, Febuari 2017, dan Maret 2017 masih berpengaruh terhadap abnormal return. Hasil perhitungan average abnormal return menunjukkan bahwa pada kategori saat Fed rate tetap dan BI rate menurun pada bulan September 2016 dan November 2016 ditemukan hasil yang tidak konsisten. Hal ini dikarenakan tingginya resiko dari permasalahan global hasil pemilihan umum Amerika Serikat pada bulan November 2016. Hasil perhitungan pada kategori kedua saat Fed rate dan BI rate bernilai tetap, yaitu bulan Febuari 2017 menghasilkan kecendrungan tidak ditemukan abnormal return. Ketidakpastian dari hasil pemilihan kepala daerah (PILKADA) menjadi pertimbangan investor untuk tidak melakukan investasi sehingga cenderung tidak ditemukan abnormal return. Kategori yang terakhir adalah saat Fed rate meningkat dan BI rate tetap pada bulan Desember 2016 dan Maret 2017, yang mana kecendrungan abnormal return ditemukan pada bulan Maret 2017. Pengumuman Fed rate pada bulan Desember 2016 telah diprediksi, sehingga pengumuman Fed rate telah diantisipasi oleh investor. Pada bulan Maret 2017, sektor yang merespon secara konsisten adalah sektor keuangan yang memberikan abnormal return positif, sedangkan sektor transportasi, infrastruktur, dan utilities yang mengalami penurunan abnormal return setelah pengumuman Fed rate dan BI rate. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa pengumuman Fed rate dan BI rate berpengaruh terhadap perubahan volume perdagangan. Hal ini dibuktikan dengan hasil perhitungan trading volume activity, yang menunjukkan setiap sektor merespon secara berbeda tergantung kondisi dari masing-masing sektor.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Keuanganid
dc.titlePengaruh Pengumuman Federal Fund Rate dan Bi Rate Terhadap Abnormal Return dan Volume Perdagangan Di Pasar Saham Indonesiaid
dc.subject.keywordAbnormal Returnbi Rateevent Studyid
dc.subject.keywordFederal Fund Rateid
dc.subject.keywordKebijakan Moneterid
dc.subject.keywordMarket Modelid
dc.subject.keywordTrading Volume Activity (Tva)id
dc.subject.keywordVolume Perdaganganid
dc.subject.keywordAnalisis Average Abnormal Return (Aar)id


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record