| dc.description.abstract | Menghadapi persaingan yang ketat di era globalisasi seperti saat ini,
perusahaan harus mempertahankan aset-aset yang dimilikinya agar mampu
menghadapi persaingan itu. Salah satu aset yang tidak luput dari perhatian adalah
sumber daya manusia dalam sebuah perusahaan. PT Wijaya Karya Bitumen
(WIKA Bitumen) merupakan bagian dari ekspansi perusahaan yang
mengkhususkan diri dalam industri aspal di pulau Buton yang dikenal sebagai
aspal buton (asbuton). Dalam persaingan bisnisnya WIKA Bitumen menjadikan
setiap karyawan dianggap sebagai human capital.
Konsep human capital ini menerapkan kualitas karyawan dapat
ditingkatkan melalui pembekalan kompetensi, pengetahuan, atribut, dan
kemampuan, yang diwujudkan dalam kemampuan untuk bekerja dengan baik
sehingga menghasilkan nilai ekonomis di dalam pembangunan. Oleh karna itu
dalam pengelolaan salah satu aset mereka, sehingga diperlukan perlakuan khusus
untuk menjaga loyalitasnya dan kinerja yang baik kepada perusahaan. Perubahan
Budaya organisasi yang terjadi pada PT. Wika Bitumen berkaitan dengan kinerja
Karyawan dan kesuksesan organiasi tersebut, dengan memlihat keterikatan
karyawan PT. Wika Bitumen.
Penelitian ini menggunakan Structural Equation Modelling (SEM) melalui
metode stratified random sampling, Budaya Organisasi dan Employee
Engangement berpengaruh secara positif signifikan, dengan nilai 17.58 dari uji T
statistik yang artinya berpengaruh positif signifikan, lalu Budaya organisasi
berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan PT. Wika Bitumen,
dengan skor nilai 2.18 dari uji T statistik, yang artinya berpengaruh positif
signifikan. Dan Employee Engangement berpengaruh positif signifikan terhadap
kinerja karyawan PT. Wika Bitumen, yaitu 2.31 melalui uji T statistik yang
artinya berpengaruh positif signifikan. Implikasi Manajerial untuk meningkatkan
kinerja kinerja karyawan PT. Wika Bitumen yaitu dengan mengembangkan
kembali program dan kebijakan perusahaan, lalu mengevaluasi program tersebut
secara rutin, penerapan budaya organisasi dapat di lakukan dengan memberikan
hak dan kewajiban yang sesuai akan porsinya, lalu di informasikan dengan tepat
kapada karyawan dengan menggunakan sistem yang komprehensif agar dapat
diawasi dengan rutin. | |