| dc.description.abstract | Industri pakaian jadi Indonesia merupakan industri prioritas dan industri
padat karya dengan penyerapan tenaga kerja 1,68 juta orang dengan kontribusi
terhadap PDB Nasional sebesar 1,21%. Perkembangan industri pakaian jadi
tidaklah menggembirakan, di mana ekspor masih stagnan, impor terus meningkat,
penyerpan tenaga kerja yang terus menurun dan utilisasi yang kurang baik.
Beberapa kebijakan pemerintah untuk meningkatkan daya saing industri pakaian
jadi adalah fasilitas Kawasan Berikat (KB), Kemudahan Impor Tujuan Ekspor
(KITE), restrukturiasai mesin/peralatan industri pakan jadi pada tahun 2007 – 2015
dan pengenaan SNI wajib untuk pakaian bayi namun tidak serta merta mendorong
peningkatan daya saing.
Melihat kondisi tersebut, maka penelitian ini mengarah kepada
pengembangan dan peningkatan daya saing industri pakaian jadi Indonesia. Posisi
daya saing industri pakaian jadi Indonesia dilihat dari keunggulan komparatif
dengan metode Revealed Comparative Advantage (RCA) dan keunggulan
kompetitif dengan metode Export Product Dynamic (EPD) di 20 negara tujuan
ekspor utama. Analisis kinerja industri pakaian jadi Indonesia menggunakan
pendekatan struktur, perilaku dan kinerja (SCP), sedangkan untuk faktor-faktor
yang memengaruhi aliran perdagangan pakaian jadi Indonesia menggunakan
pendekatan export demand function. Untuk merumuskan strategi kebijakan
pengembangan dan peningkatan daya saing industri pakaian jadi Indonesia
menggunakan metode Analytic Hierarrchy Process (AHP).
Industri pakaian jadi Indonesia memiliki keunggulan bersaing dibandingkan
dengan negara lain untuk negara tujuan ekspor Belgia, Canada, China, France,
Germany, Italy, Malaysia, Mexico, Netherlands, Poland, Russian Federation,
Spain, Sweden, United Arab Emirates (UAE), United Kingdom (UK) dan United
State of America (USA). Sementara itu untuk negara Ausralia, Jepang, South
Korea, dan Singapura kalah bersaing sedangkan pakaian jadi Indonesia memiliki
keunggulan kompetitif di negara tujuan ekspor China, Mexico dan USA di mana
pangsa ekspor pakaian jadi Indonesia di negara tersebut meningkat diiringi dengan
pertumbuhan pasar pakaian jadi di negara tersebut. Struktur pasar pakaian jadi
adalah pasar persaingan monopolistik dengan kinerja Industri pakaian jadi
Indonesia dipengaruhi oleh konsentrasi empat terbesar industri, efisiensi industri,
pertumbuhan industri itu sendiri, produktivitas industri dan penurunan impor
pakaian jadi. Adapun faktor-faktor yang memengaruhi secara signifikan terhadap
aliran perdagangan adalah GDP riil per kapita negara tujuan ekspor, nilai tukar
rupiah, harga ekspor pakaian jadi, perjanjian perdagangan bebas dan ekspor pakaian
jadi yang dilakukan sebelumnya. Aktor yang paling memengaruhi untuk
pengembangan dan peningkatan daya saing indsutri pakaian jadi Indonesia adalah
pelaku usaha dan pemerintah sedangkan alternatif strategi adalah dengan
peningkatan promosi dan kerja sama serta peningkatan kualitas produk | |