Show simple item record

dc.contributor.advisorOktaviani, Rina
dc.contributor.advisorSartono, Bagus
dc.contributor.authorHendria, Muhammad
dc.date.accessioned2025-08-07T10:06:04Z
dc.date.available2025-08-07T10:06:04Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167790
dc.description.abstractIndustri pakaian jadi Indonesia merupakan industri prioritas dan industri padat karya dengan penyerapan tenaga kerja 1,68 juta orang dengan kontribusi terhadap PDB Nasional sebesar 1,21%. Perkembangan industri pakaian jadi tidaklah menggembirakan, di mana ekspor masih stagnan, impor terus meningkat, penyerpan tenaga kerja yang terus menurun dan utilisasi yang kurang baik. Beberapa kebijakan pemerintah untuk meningkatkan daya saing industri pakaian jadi adalah fasilitas Kawasan Berikat (KB), Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE), restrukturiasai mesin/peralatan industri pakan jadi pada tahun 2007 – 2015 dan pengenaan SNI wajib untuk pakaian bayi namun tidak serta merta mendorong peningkatan daya saing. Melihat kondisi tersebut, maka penelitian ini mengarah kepada pengembangan dan peningkatan daya saing industri pakaian jadi Indonesia. Posisi daya saing industri pakaian jadi Indonesia dilihat dari keunggulan komparatif dengan metode Revealed Comparative Advantage (RCA) dan keunggulan kompetitif dengan metode Export Product Dynamic (EPD) di 20 negara tujuan ekspor utama. Analisis kinerja industri pakaian jadi Indonesia menggunakan pendekatan struktur, perilaku dan kinerja (SCP), sedangkan untuk faktor-faktor yang memengaruhi aliran perdagangan pakaian jadi Indonesia menggunakan pendekatan export demand function. Untuk merumuskan strategi kebijakan pengembangan dan peningkatan daya saing industri pakaian jadi Indonesia menggunakan metode Analytic Hierarrchy Process (AHP). Industri pakaian jadi Indonesia memiliki keunggulan bersaing dibandingkan dengan negara lain untuk negara tujuan ekspor Belgia, Canada, China, France, Germany, Italy, Malaysia, Mexico, Netherlands, Poland, Russian Federation, Spain, Sweden, United Arab Emirates (UAE), United Kingdom (UK) dan United State of America (USA). Sementara itu untuk negara Ausralia, Jepang, South Korea, dan Singapura kalah bersaing sedangkan pakaian jadi Indonesia memiliki keunggulan kompetitif di negara tujuan ekspor China, Mexico dan USA di mana pangsa ekspor pakaian jadi Indonesia di negara tersebut meningkat diiringi dengan pertumbuhan pasar pakaian jadi di negara tersebut. Struktur pasar pakaian jadi adalah pasar persaingan monopolistik dengan kinerja Industri pakaian jadi Indonesia dipengaruhi oleh konsentrasi empat terbesar industri, efisiensi industri, pertumbuhan industri itu sendiri, produktivitas industri dan penurunan impor pakaian jadi. Adapun faktor-faktor yang memengaruhi secara signifikan terhadap aliran perdagangan adalah GDP riil per kapita negara tujuan ekspor, nilai tukar rupiah, harga ekspor pakaian jadi, perjanjian perdagangan bebas dan ekspor pakaian jadi yang dilakukan sebelumnya. Aktor yang paling memengaruhi untuk pengembangan dan peningkatan daya saing indsutri pakaian jadi Indonesia adalah pelaku usaha dan pemerintah sedangkan alternatif strategi adalah dengan peningkatan promosi dan kerja sama serta peningkatan kualitas produk
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcBisnis Internasionalid
dc.titleStrategi Pengembangan dan Peningkatan Daya Saing Industri Pakaian Jadi Indonesiaid
dc.subject.keywordAliran Perdaganganid
dc.subject.keywordDaya Saingid
dc.subject.keywordPakaian Jadiid
dc.subject.keywordStrukturid
dc.subject.keywordPerilaku Dan Kinerja (Skp)id
dc.subject.keywordAnalytic Hierarchy Process (Ahp)id
dc.subject.keywordStrategi Kebijakanid
dc.subject.keywordRevealed Comparative Advantage (Rca)id
dc.subject.keywordExport Product Dynamic (Epd)id


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record