| dc.description.abstract | Peran perguruan tinggi untuk pembangunan dan perkembangan negara
Indonesia sangatlah penting, karena diharapkan lulusan dari perguruan tinggi
berkualitas dan memiliki kompetesi yang tentunya mampu bersaing. Maka dari itu
perguruan tinggi harus selalu meningkatkan kualitasnya dengan salah satu
peningkatan tata kelola. Sehingga diharapkan mampu meningkatkan kinerja
organisasi atau kinerja dari perguruan tinggi tersebut. Kinerja pada organisasi
sangat dipengaruhi oleh kinerja individu, maka setiap individu dituntut untuk
memiliki kinerja yang baik, semakin baik kinerja individu maka kinerja organisasi
juga akan semakin meningkat, begitupun sebaliknya. Kinerja individu meningkat
jika pegawai mempunyai motivasi dan disiplin yang tinggi. Memotivasi pegawai
dalam bekerja dan untuk meningkatkan disiplin dalam bekerja bisa dilakukan
dengan memberikan kompensasi yang adil dan layak. Bentuk kompensasi yang
diberikan kepada tenaga kependidikan adalah tunjangan kinerja.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis persepsi tenaga
kependidikan terhadap tunjangan kinerja (2) menganalisis pengaruh tunjangan
kinerja terhadap motivasi tenaga kependidikan (3) menganalisis pengaruh
tunjangan kinerja terhadap disiplin tenaga kependidikan. Data pada penelitian ini
diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 78 tenaga kependidikan berstatus
PNS melalui metode disproportionate random sampling. Analisis data yang
digunakan meliputi analisis deskriptif, analisis frekuensi, modus dan Structural
Equation Modelling (SEM) dengan pendekatan Partial Least Square (PLS).
Variabel laten pada penelitian ini adalah tunjangan kinerja, motivasi dan disiplin.
Hasil penelitian menunjukan bahwa persepsi tenaga kependidikan terhadap
tunjangan kinerja menyatakan tidak adil, namun sudah layak, mampu memacu
produktivitas dalam bekerja dan meningkatkan kesejahteraan. Nilai koefesien
determinasi untuk variabel disiplin yaitu 0,1335 yang artinya bahwa variabel
disiplin dapat dijelaskan oleh variabel tunjangan kinerja sebesar 13 persen, sisanya
dijelaskan oleh variabel-variabel lainnya. Sedangkan untuk variabel motivasi
didapat nilai koefesien determinasi sebesar 0.1287 yang artinya bahwa variabel
motivasi dapat dijelaskan oleh variabel tunjangan kinerja sebesar 12,8 persen,
sisanya dijelaskan oleh variabel-variabel lainnya. Tunjangan kinerja memiliki
pengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi sebesar 0.356 yang menunjukkan
arah hubungan tunjangan kinerja dengan motivasi adalah positif. Selanjutnya
berdasarkan nilai T-values sebesar 3.46 lebih besar dari T-table 1,974 menunjukan
pengaruh yang signifikan. Tunjangan kinerja juga memiliki pengaruh positif dan
signifikan terhadap disiplin sebesar 0,367191 yang menunjukkan arah hubungan
tunjangan kinerja dengan disiplin adalah positif. Selanjutnya berdasarkan nilai Tvalues
sebesar 3.28 lebih besar dari T-table 1,974 menunjukan pengaruh yang
signifikan | |