Show simple item record

dc.contributor.advisorDaryanto, Arief
dc.contributor.advisorRifin, Amzul
dc.contributor.authorWibawa, Erry
dc.date.accessioned2025-08-07T10:05:21Z
dc.date.available2025-08-07T10:05:21Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167777
dc.description.abstractDalam beberapa tahun terakhir telah terjadi rangkaian akuisisi dan penggabungan perusahaan besar dunia dalam industri produsen pestisida. Dalam skala industri pestisida, situasi dan kondisi secara tidak langsung akan memaksa perusahaan pestisida lokal Indonesia untuk menyusun langkah strategis dengan peningkatan kinerja untuk mengantisipasi perkembangan industri benih dan pestisida di dunia pada umumnya dan Indonesia pada khususnya. Dari berbagai strategi korporasi untuk meningkatkan kinerja perusahaan, restrukturisasi merupakan salah satu strategi yang umum dipergunakan untuk mengungkit kinerja perusahaan menjadi lebih baik. Situasi dan kondisi inilah yang terjadi pada perubahan organisasi di PT Agricon, dengan melakukan konsolidasi fungsi pendukung operasional yang selama ini ada tersebar pada masing-masing unit bisnis, untuk selanjutnya fungsi beserta karyawan di mutasi ke organisasi PT Agricon dan struktur organisasi PT Agricon juga mengalami perubahan dari struktur organisasi tradisional menjadi struktur organisasi matriks. Penelitian ini digolongkan sebagai penelitian penjelasan (explanatory research) berupa penelitian kuantitatif di mana tahapan proses penelitian dilakukan dengan mengolah data berupa nilai yang dihasilkan dari pengisian kuesioner berupa skala likert (nilai; 1 - 5) dan diolah dengan metoda statistik menggunakan pendekatan Partial Least Square (PLS). Kuesioner akan disebar secara terbatas dengan teknik purposive sampling kepada 83 responden dari 222 karyawan. Komposisi responden dari segi gender dibuat berimbang dengan responden laki-laki sebesar 58%, sementara perempuan 42%. Pertimbangan peneliti pekerja wanita lebih rentan terhadap perubahan situasi pekerjaan karena selain tugas dan tanggung jawab selaku pekerja, mereka juga memiliki tugas dan tanggung jawab untuk mengurus rumah tangga dan keluarga. Lebih lanjut dengan melihat data masa kerja karyawan menunjukkan tingkat loyalitas karyawan tinggi, di mana hanya 22% karyawan yang memilki masa kerja di bawah 5 tahun, sementara sisanya 78% memilki masa kerja lebih dari 5 tahun. Berdasarkan hasil perhitungan persentase pengaruh, terlihat bahwa untuk variabel endogen work engagement dipengaruhi 23,72 % dari perceived organization support dan 0,42% dari perceived organization change. Sehingga dapat disimpulkan bahwa perubahan organisasi yang diwakilkan dalam variabel perceived organization change tidak memberikan pengaruh berarti terhadap work engagement. Bahkan untuk dukungan organisasi yang diwakilkan dengan variabel perceived organization support hanya memberikan pengaruh sebesar 23,72%. Selain kedua variabel tersebut, tuntutan pekerjaan yang diwakilkan oleh variabel job demand bahkan memberikan pengaruh yang negatif -1,84% terhadap work engagement. Sehingga dapat disimpulkan tuntutan pekerjaan atau job demand tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap work engagement.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Sumber Daya Manusiaid
dc.titlePengaruh Perubahan Organisasi Terhadap Keterikatan Karyawan (Studi Kasus Di Pt Agricon)id
dc.subject.keywordDukungan Organisasiid
dc.subject.keywordKeterikatan Karyawanid
dc.subject.keywordPerubahan Organisasiid
dc.subject.keywordPartial Least Square (Pls)id


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record