Show simple item record

dc.contributor.advisorBaga, Lukman M.
dc.contributor.advisorYuliati, Lilik Noor
dc.contributor.authorPrasetyo, Budi Bagus
dc.date.accessioned2025-08-07T10:04:48Z
dc.date.available2025-08-07T10:04:48Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167768
dc.description.abstractSeiring dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang semakin pesat tentunya semakin membutuhkan banyak sekali sumber daya manusia Indonesia yang handal dan memiliki motivasi kuat untuk berperan serta memenangkan persaingan sesuai peran dan fungsinya masing-masing baik dilingkungan perusahaan, instansi pemerintahan, institusi pendidikan atau organisasi kemasyarakatan. Tentunya hal ini merupakan sebuah peluang bisnis yang besar dalam pengembangan sumber daya manusia di Indonesia. Salah satu pemain dalam bisnis tersebut adalah Rhythm of Empowerment (ROE). Rhythm of Empowerment (ROE) adalah sebuah divisi bisnis dari PT. Cahaya Pagi yang bergerak di bidang pelatihan soft skills. Saat ini ROE memiliki berbagai kendala dan tantangan yang dihadapi antara lain bagaimana mencapai target kinerja dan melakukan akselerasi untuk mencapai visi dan misi perusahaan serta mengelola sumber daya ROE dalam menghadapi persaingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi bisnis saat ini dan menemukan strategi pengembangan model bisnis pada Rhythm of Empowerment (ROE). Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif studi kasus pada ROE, tehnik pengambilan data melalui focus group discussion, wawancara, observasi dengan pihak internal dan eksternal ROE dan studi literatur, sedangkan alat analisa menggunakan model bisnis kanvas (BMC) dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan pada segmen pelanggan, terdapat perluasan segmen yaitu segmen publik, pelanggan tidak langsung dan pelanggan barang retail. Nilai proposisi yang sudah ada ditambah dengan inovasi produk turunan berdasar segmen dan materi serta produk retail berbagai bentuk dan jenis. Pada elemen saluran memperkuat seluruh saluran baik langsung maupun tidak. Hubungan pelanggan dengan mengoptimalkan akses pelayanan melalui media sosial dan call center juga dibuat panduan budaya kerja untuk memperkuat jiwa pelayanan di internal dan juga program ROE member card. Pada elemen arus pendapatan dapat ditingkatkan melalui varian konser yang lebih beragam, penjualan barang retail dan juga dari sistem franchise atau joint partner. Untuk sumber daya kunci dilakukan pula penambahan tenaga penjualan dan restrukturisasi organisasi serta kendaraan operasional. Pada elemen kunci aktivitas kegiatan dilakukan perbaikan pada database calon pelanggan, merekrut mitra outsourcing untuk persiapan konser dan mitra pembuat produk retail. Kemitraan kunci dilakukan dengan menambah mitra pemasaran, konsultan keuangan dan pajak, produksi barang retail dan perbankan. Pada elemen struktur biaya ada biaya tambahan untuk pelatihan sumber daya manusia dan biaya konsultan financial dan tax. Maka dapat disimpulkan bahwa ROE perlu melakukan perbaikan terhadap 9 elemen BMC dari model bisnis saat ini yang dituangkan dalam BMC baru ROE.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Strategiid
dc.titleStrategi Pengembangan Bisnis Rhythm Of Empowerment Dengan Pendekatan Model Bisnis Kanvasid
dc.subject.keywordAnalisis Swotmodel Bisnis Kanvasid
dc.subject.keywordPelatihan Soft Skills Unikid
dc.subject.keywordRhythm Of Empowerment (Roe)id
dc.subject.keywordAnalisis Deskriptifid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record