| dc.description.abstract | Ikan lele (Clarias sp.) merupakan salah satu komoditas unggulan perikanan
budidaya di Indonesia. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan
peningkatan produksi ikan lele hingga 1.8 juta ton pada tahun 2019 sesuai dengan
Rencana Strategis (Renstra) Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya 2015-2019.
Kabupaten Bogor merupakan salah satu lokasi kawasan minapolitan yang
ditetapkan oleh KKP. Salah satu komoditasnya adalah ikan lele. Tetapi,
pembudidaya lele yang menjadi aktor utama memiliki daya tawar rendah
dibanding aktor lainnya dalam keseluruhan rantai nilai. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis sistem rantai nilai dan nilai tambah ikan lele di Kabupaten
Bogor; menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancamannya, serta
menganalisis strategi untuk meningkatkan rantai nilai ikan lele khususnya di
Kabupaten Bogor.
Penelitian menggunakan metode Hayami untuk menghitung nilai tambah,
analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) untuk
mengidentifikasi kondisi internal dan eksternal rantai nilai dan merumuskan
strategi peningkatan rantai nilai, serta metode Proses Hirarki Analitik (PHA)
untuk memprioritaskan strategi SWOT. Pengumpulan data dilakukan dengan
menggunakan kuesioner yang diisi oleh responden aktor rantai nilai dan
responden ahli.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rantai nilai ikan lele di Kabupaten
Bogor memiliki 4 (aktor) utama, yaitu pembudidaya pembesaran, pengumpul,
pengecer, dan pengolah. Rata-rata nilai tambah untuk setiap aktor antara lain,
pembudidaya sebesar Rp. 2 700/kg, pengumpul Rp. 3 000/kg, pengecer Rp. 2
700/kg, dan pengolah Rp. 35 000/kg.
Hasil identifkasi SWOT menunjukkan bahwa kekuatan pada rantai nilai
antara lain setiap aktor berpengalaman, lokasi sebagai kawasan minapolitan,
budidaya lele mudah, dan daya tawar tinggi di pengumpul. Kelemahannya antara
lain modal dan akses permodalan terbatas, daya tawar rendah khususnya
pembudidaya, teknologi budidaya konvensional, kualitas benih tidak stabil, dan
kapasitas terbatas di pengumpul dan pengecer. Peluangnya adalah lele sebagai
komoditas unggulan dan permintaannya tinggi. Sedangkan ancamannya antara
lain harga pakan mahal, kualitas pakan tidak stabil, cuaca, penurunan kualitas air,
konsistensi pasokan, bencana, dan persaingan sesama aktor.
Prioritas strategi untuk meningkatkan kualitas rantai nilai ikan lele di
Kabupaten Bogor yaitu 1) pengembangan benih berkualitas (0.363), 2)
peningkatan kerjasama antar aktor di dalam rantai nilai (0.221), 3) budidaya
ramah lingkungan (0.143), 4) peningkatan skala produksi dengan (0.099), 5)
pembuatan pakan mandiri (0.092), 6) dan pembuatan diversifikasi olahan lele
(0.083). | |