| dc.description.abstract | Aset yang paling berharga suatu organisasi adalah pengetahuan para
pekerjanya yang diperoleh dari berbagai pengalaman individu dan kelompok kerja
yang dapat memberikan nilai tambah terhadap keberlanjutan organisasi. Untuk
tetap kompetitif, perguruan tinggi (PT) sebagai produsen pengetahuan secara
eksplisit perlu mengelola sumberdaya intelektual dan kapabilitasnya. Pengelolaan
tersebut tidak dapat berjalan jika belum memiliki sumberdaya teknologi yang
dapat memenuhi kebutuhan masyarakat kampus dan pemangku kepentingan.
Penelitian ini mencoba melihat lebih jauh penggunaan sistem informasi (SI)
manajemen pengetahuan (MP) universitas di Kopertis III Jakarta pada tingkat
kematangan interoperabilitas data, perangkat lunak, komunikasi, dan fisik SI.
Motode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik
pengolahan data menggunakan bantuan program SPSS (Statistical Package for
Social Sciences) dan spreadsheet Microsoft Excel. Teknik pengambilan contoh
subyek dan obyek menggunakan metode non probability sampling dengan kriteria
tertentu. Lima universitas contoh memiliki ijin berdiri di wilayah Kopertis III
Jakarta dan jumlah responden tiap-tiap universitas adalah enam responden terdiri
dari tiga unsur pimpinan dan tiga arsitek SI. Teknik wawancara mendalam,
pengisian kuesioner, dan observasi dilakukan untuk mendapatkan data yang valid
dan terkini. Alat bantu analisis yang digunakan adalah analisis desktiptif
kuantitatif, Information System Interoperability Maturity Model (ISIMM), Biplot,
Importance Performance Analysis (IPA), dan Six Sigma metode DMAIC.
Berdasarkan hasil dan pembahasan rataan tingkat ISIM universitas di
Kopertis III Jakarta berada pada level 3 (Collaborative) mengindikasikan
hubungan antar data sudah lebih luas untuk dapat memfasilitasi SI, model data
logis dibagi dan digunakan dalam proses pertukaran data dan tidak terjadi
pemisahan/pembagian data berdampak pada mudahnya melakukan pertukaran
informasi dalam konteks MP, sehingga diperoleh simpulan (1) faktor kepemimpinan
memiliki tingkat kolaborasi dan memiliki kepercayaan yang besar dari
masyarakat kampus dengan nilai rataan 96% menjadi tumpuan utama dalam
perkembangan MP universitas juga sangat berperan dalam keberlanjutannya; (2)
model manajemen pengetahuan paling efektif dan efisien adalah berbasis sistem
informasi yang memperoleh capaian tingkat interoperabilitas tinggi; (3) pentingnya
memetakan ISIMM lebih komprehensif dapat membantu menyelesaikan
permasalahan dan membuat roadmap interoperabilitas sistem informasi pada
tahap perencanaan, pembuatan, implementasi, dan evaluasi; (4) strategi peningkatan
interoperabilitas SI dapat dilakukan dari berbagai metode yaitu dengan
mengukur tingkat prioritas dan tingkat keragaman atribut interoperabilitas SI,
mengukur tingkat kepentingan dan keunggulan SI, dan melakukan pemetaan
permasalahan utama SI MP sampai pada merancang solusi berdasarkan base line
Sigma (σ).
Strategi penerapan MP berbasis analisis ISIM yang direkomendasikan
untuk meningkatkan tingkat interoperabilitas SI MP universitas antara lain
penguatan peran pimpinan, menumbuhkan budaya berbagi pengetahuan cara
digital dengan optimasi atribut interoperabilitas SI (kemudahan akses), mengembangkan
SI bebasis roadmap tingkat ISIM (perencanaan), menentukan target
penyelesaian permasalahan utama (perbaikan), dan meningkatkan mutu lanayan
SI berbasis tingkat kepentingan. | |