| dc.description.abstract | Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), merupakan program pemerintah yang
dibentuk untuk melindungi petani dari risiko kegagalan panen agar dapat
melanjutkan usaha taninya. Pada tahun 2015, AUTP mulai dikembangkan dalam
skala nasional. Kementerian BUMN menunjuk PT Asuransi Jasa Indonesia, selaku
perusahaan BUMN di bidang asuransi untuk melaksanakan program AUTP ini.
Skema dalam pelaksanaan AUTP melibatkan banyak stakeholder seperti Dinas
Kabupaten/Kota, Penyuluh, Dinas Provinsi, dan Kementerian Pertanian. Total
premi yang harus dibayarkan adalah Rp180 000, dimana 80% dari nilai premi
tersebut ditanggung oleh pemerintah sehingga petani hanya membayar 20% atau
Rp36 000 per hektar per musim tanam. Ganti rugi (klaim) yang diberikan kepada
petani peserta AUTP sebesar Rp 6 juta per hektar per musim tanam. Berdasarkan
proses klaim yang diajukan oleh petani kepada PT Asuransi Jasindo, pemberian
ganti rugi dalam AUTP didasarkan pada prinsip indemnity insurance. Dalam
prinsip indemnity, petani yang mengalami kerugian yang disebabkan oleh banjir,
kekeringan, dan serangan OPT akan memperoleh ganti rugi sesuai dengan nilai
yang telah disepakati dan tertera dalam perjanjian asuransi (polis AUTP).
Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor eksternal dan internal yang
mempengaruhi pengembangan AUTP, menganalisis posisi perusahaan dalam
melaksanakan AUTP, dan merancang berbagai alternatif strategi dalam
pelaksanaan AUTP. Penelitian dilakukan dengan metode in-depth interview dan
pengambilan data sekunder dari PT Asuransi Jasindo, Kementerian Pertanian, dan
Badan Pusat Statistik. Alat analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah
Internal Factor Evaluation (IFE) dan External Factor Evaluation (EFE) yang
berfungsi untuk mengevaluasi faktor strategis, sedangkan alat analisis matriks
Internal Eksternal (IE) untuk mengetahui posisi perusahaan dalam menjalankan
AUTP. Beberapa alternatif strategi diperoleh menggunakan analisis SWOT serta
perancangan strategi prioritas dilakukan dengan menggunakan analisis QSPM.
Hasil dari analisis strategi yang diperoleh akan disusun implementasi strategi.
Berdasarkan analisis data menggunakan analisis IFE dan EFE, faktor
strategis internal yang paling mempegaruhi pengembangan AUTP adalah reputasi
perusahaan yang baik dan kurangnya SDM UUPM yang menangani AUTP.
Sedangkan faktor strategis eksternal yang paling mempengaruhi adalah pangsa
pasar yang masih sangat luas dan ancaman pendatang baru. Posisi perusahaan
dalam menjalankan AUTP berada pada posisi hold and maintain. Analisis SWOT
dalam penelitian ini menghasilkan 8 alternatif strategi dengan strategi prioritas
berupa memperluas atau menambah jaringan saluran distribusi. | |