Show simple item record

dc.contributor.advisorDaryanto, Arief
dc.contributor.advisorHasbullah, Rokhani
dc.contributor.authorJatmiko, Graita Gaeity
dc.date.accessioned2025-08-07T10:03:26Z
dc.date.available2025-08-07T10:03:26Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167744
dc.description.abstractAsuransi Usaha Tani Padi (AUTP), merupakan program pemerintah yang dibentuk untuk melindungi petani dari risiko kegagalan panen agar dapat melanjutkan usaha taninya. Pada tahun 2015, AUTP mulai dikembangkan dalam skala nasional. Kementerian BUMN menunjuk PT Asuransi Jasa Indonesia, selaku perusahaan BUMN di bidang asuransi untuk melaksanakan program AUTP ini. Skema dalam pelaksanaan AUTP melibatkan banyak stakeholder seperti Dinas Kabupaten/Kota, Penyuluh, Dinas Provinsi, dan Kementerian Pertanian. Total premi yang harus dibayarkan adalah Rp180 000, dimana 80% dari nilai premi tersebut ditanggung oleh pemerintah sehingga petani hanya membayar 20% atau Rp36 000 per hektar per musim tanam. Ganti rugi (klaim) yang diberikan kepada petani peserta AUTP sebesar Rp 6 juta per hektar per musim tanam. Berdasarkan proses klaim yang diajukan oleh petani kepada PT Asuransi Jasindo, pemberian ganti rugi dalam AUTP didasarkan pada prinsip indemnity insurance. Dalam prinsip indemnity, petani yang mengalami kerugian yang disebabkan oleh banjir, kekeringan, dan serangan OPT akan memperoleh ganti rugi sesuai dengan nilai yang telah disepakati dan tertera dalam perjanjian asuransi (polis AUTP). Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor eksternal dan internal yang mempengaruhi pengembangan AUTP, menganalisis posisi perusahaan dalam melaksanakan AUTP, dan merancang berbagai alternatif strategi dalam pelaksanaan AUTP. Penelitian dilakukan dengan metode in-depth interview dan pengambilan data sekunder dari PT Asuransi Jasindo, Kementerian Pertanian, dan Badan Pusat Statistik. Alat analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah Internal Factor Evaluation (IFE) dan External Factor Evaluation (EFE) yang berfungsi untuk mengevaluasi faktor strategis, sedangkan alat analisis matriks Internal Eksternal (IE) untuk mengetahui posisi perusahaan dalam menjalankan AUTP. Beberapa alternatif strategi diperoleh menggunakan analisis SWOT serta perancangan strategi prioritas dilakukan dengan menggunakan analisis QSPM. Hasil dari analisis strategi yang diperoleh akan disusun implementasi strategi. Berdasarkan analisis data menggunakan analisis IFE dan EFE, faktor strategis internal yang paling mempegaruhi pengembangan AUTP adalah reputasi perusahaan yang baik dan kurangnya SDM UUPM yang menangani AUTP. Sedangkan faktor strategis eksternal yang paling mempengaruhi adalah pangsa pasar yang masih sangat luas dan ancaman pendatang baru. Posisi perusahaan dalam menjalankan AUTP berada pada posisi hold and maintain. Analisis SWOT dalam penelitian ini menghasilkan 8 alternatif strategi dengan strategi prioritas berupa memperluas atau menambah jaringan saluran distribusi.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Strategiid
dc.titleStrategi Pengembangan Asuransi Usaha Tani Padi (Autp) Pt Asuransi Jasa Indonesia, Jakartaid
dc.subject.keywordAsuransi Usaha Tani Padiid
dc.subject.keywordPt Asuransi Jasindoid
dc.subject.keywordQspmid
dc.subject.keywordRisiko Pertanianid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record