| dc.description.abstract | Kopi merupakan komoditas tropis unggulan yang diperdagangkan di
seluruh dunia melalui kontribusi setengah dari total ekspor komoditas tropis.
Popularitas dan daya tarik kopi terutama dikarenakan rasanya yang unik serta
dukungan faktor sejarah, tradisi, sosial dan kepentingan ekonomi (Ayeglin et al.
2013). Kopi juga merupakan sumber alami dari senyawa kafein yang mempunyai
manfaat sebagai peningkat kewaspadaan dan pengurang rasa kelelahan. Pada
tahun 2013 Indonesia tercatat sebagai produsen kopi terbesar ke-3 dunia setelah
Brazil dan Vietnam. Indonesia terkenal melalui berbagai varian specialty coffee
nya seperti kopi gayo, kopi lintong dan kopi toraja. Keunikan cita rasa dan aroma
membuat Indonesia memiliki peluang besar untuk meningkatkan perdagangan
kopinya di dunia. Konsumsi kopi pada tahun 2014 berdasarkan SUSENAS yang
dilakukan oleh BPS mencapai 1,35 kg/kapita.
Salah satu cafe yang berkembang di kota Bogor adalah coffee shop.
Pengertian coffee shop pada penelitian ini adalah suatu tempat yang menyediakan
produk makanan dan minuman ringan disertai dengan hiburan lainnya sebagai
pendukung aktivitas konsumen. Coffee shop di kota besar tidak hanya
memberikan keuntungan bagi pemilik dan pencari kerja, namun juga melahirkan
fenomena sosial dan budaya yang baru. Coffee shop tidak lagi hanya sekedar
tempat untuk menikmati kopi dan menyantap makanan ringan untuk memenuhi
keinginan dan mengatasi kejenuhan. Para penikmat kopi yang mempunyai
rutinitas berkunjung ke coffee shop menganggap terdapat banyak manfaat ketika
mereka melakukan kunjungannya. Mereka menganggap kunjungannya sebagai
tempat berkumpul, bersosialisasi, berkencan, bertukar pikiran, memperluas
jaringan dan juga berbisnis.
Whynot Coffee merupakan satu usaha yang masuk ke dalam industri
coffee shop. Di kota Bogor cukup banyak terdapat coffee shop seperti Starbucks,
Coffee Toffee, Old Town dan yang lainnya serta terdapat pula café lainnya yang
menjual minuman kopi seperti coffee shop, yang membedakan adalah produk
yang ditawarkan tidak hanya kopi namun beragam dari jenis makanan dan
minumannya.
Jumlah pengunjung Whynot Coffee setiap bulannya belum dapat
memenuhi target yang ditetapkan oleh manajemen. Jumlah pengunjung setiap
bulan masih berada di bawah target yang ditetapkan. Kondisi tersebut
menunjukkan bahwa Whynot Coffee masih belum mampu untuk mempertahankan
pengunjung. Peningkatan dan mempertahankan jumlah pengunjung setiap
bulannya perlu dilakukan oleh Whynot Coffee untuk dapat bersaing dengan coffee
shop lainnya di kota Bogor.
Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengukur kepuasan dan
loyalitas konsumen Whynot Coffee Bogor berdasarkan persepsi nilai dan kualitas
layanan. Sehingga nantinya penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi
bagi Whynot Coffee Bogor mengenai tingkat kepuasan dan loyalitas
konsumennya. | |