Show simple item record

dc.contributor.advisorRifin, Amzul
dc.contributor.advisorDjohar, Setiadi
dc.contributor.authorPrabuwisudawan, Dwipanca
dc.date.accessioned2025-08-07T10:03:06Z
dc.date.available2025-08-07T10:03:06Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167739
dc.description.abstractPemerintah memiliki fungsi utama dalam memberikan pelayanan terbaik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di semua sektor. Pengembangan manajemen proses bisnis perlu dilakukan untuk mengoptimalkan pelayanan yang diberikan. Perbaikan proses bisnis penting dilakukan untuk memberikan gambaran bentuk pemerintahan dalam menciptakan struktur yang tepat untuk meningkatkan kinerja proses bisnis organisasi. Salah satu sektor penting dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat merupakan sektor peternakan. Sektor peternakan memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Indonesia namun belum dapat diwujudkan secara optimal di lapangan. Dalam rangka pengembangan sektor peternakan di Indonesia, maka pemerintah mendirikan Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang yang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan pelaksanaan inseminasi buatan di Indonesia. BIB Lembang bertugas menghasilkan produk, berupa semen beku unggul untuk membuktikan komitmen yang tinggi dalam mendukung program pemerintah. Penelitian ini bertujuan (1) mengidentifikasi model bisnis yang ada di BIB Lembang saat ini melalui pendekatan business model canvas, (2) membuat model bisnis perbaikan dengan pendekatan business model canvas, (3) membuat program perbaikan dari model bisnis yang telah diperbaiki. Sumber data yang digunakan terdiri dari data primer yang diperoleh melalui hasil observasi/pengamatan lapang dan wawancara dengan badan pengelola BIB Lembang dan data sekunder yang diperoleh melalui studi pustaka dari instansi dan kelembagaan pemerintah yang terkait. Metode yang digunakan adalah pendekatan business model canvas dan analisis SWOT. Hasil yang didapatkan identifikasi model bisnis BIB Lembang saat ini terdiri dari sembilan elemen, yaitu Co-Creator, Value Proposition, Channels, Relation, Value Stream-Returns, Key Resources, Key Activities, Key Partnership, dan Value Stream-Outlay and Costs. Hasil yang didapatkan dari model bisnis yang telah diperbaiki menunjukkan terjadi perbaikan di masing-masing elemen yang terdiri dari pangsa pasar ekspor, melakukan analisis permintaan pelanggan, pemberian akses E-Katalog terhadap pihak non-dinas, penambahan SDM personal assistance, penerapan sistem Badan Layanan Umum (BLU), penggantian sumberdaya tidak produktif, pelatihan persuasif terhadap peternak, bekerja sama dengan tenaga inseminator mandiri, dan optimalisasi perencanaan alokasi anggaran. Berdasarkan bisnis model yang telah diperbaiki, terdapat program perbaikan yang dapat dilakukan Balai Inseminasi Buatan Lembang yang terdiri dari, pengembangan internal organisasi BIB Lembang, pengembangan saluran distribusi, informasi, dan sistem komunikasi terhadap peternak, serta pengembangan optimalisasi pelayanan dan pendapatan negara berbasis pengelolaan keuangan BLU.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Strategiid
dc.titleStrategi Pengembangan Balai Inseminasi Buatan Lembang Dengan Pendekatan Business Model Canvasid
dc.subject.keywordBibid
dc.subject.keywordBusiness Model Canvasid
dc.subject.keywordPeternakanid
dc.subject.keywordStrategi Pengembanganid
dc.subject.keywordSwotid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record