Show simple item record

dc.contributor.advisorHartoyo
dc.contributor.advisorNurrochmat, Dodik Ridho
dc.contributor.authorEkoputra, Andrianto
dc.date.accessioned2025-08-07T10:03:03Z
dc.date.available2025-08-07T10:03:03Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167738
dc.description.abstractDewasa ini dalam industri makanan konsumen tidak hanya menilai sebuah restoran dari kualitas makanannya saja tetapi menginginkan restoran yang memberikan sensasi yang menyentuh hati dan dapat memenuhi gaya hidup mereka. Konsumen menginginkan produk yang dapat memberikan mereka sebuah pengalaman (experience). Untuk mengatasi hal tersebut, konsep pemasaran telah berkembang pesat kepada sebuah experiential marketing yang diberikan oleh pelaku bisnis sehingga konsumen memilik sebuah pengalaman tersendiri evaluasi pada situasi konsumsi, mempertimbangkan bahwa konsumen memiliki rasionalitas dan emosionalitas. Industri makanan dan minuman di Indonesia terutama Bogor berkembang sangat pesat disebabkan oleh tingkat permintaan yang tinggi oleh konsumen. Wisata kuliner sudah menjadi bagian dari gaya hidup yang tidak hanya dimiliki masyarakat perkotaan, tetapi juga hampir seluruh lapisan masyarakat di Indonesia. 150 Eatery hadir sebagai salah satu tempat berkumpul yang menyediakan tempat dan menu yang unik dengan harga yang affordable. Hadirnya 150 Eatery sebagai salah satu tempat kuliner di Bogor menambah jajaran tempat kuliner yang dapat dikunjungi di Bogor. Persaingan di industri kuliner memberikan dampak terhadap bisnis yang dijalankan oleh 150 Eatery. Konsumen memiliki banyak pilihan kuliner sehingga bargaining power dari setiap restoran melemah. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pelanggan yang pernah berkunjung atau sedang berkunjung di 150 Eatery. Metode penentuan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 175 orang responden. Pengujian hipotesis penelitian dengan menggunakan analisis Structural Equation Modeling (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Experiential Marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Kepuasan pelanggan berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan, dan Experiental Marketing tidak berpengaruh langsung terhadap loyalitas pelanggan. Untuk variabel yang paling mencerminkan Experiential Marketing adalah variabel act.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManejemen Pemasaranid
dc.titlePengaruh Experiental Marketing Terhadap Kepuasan dan Loyalitas Pelanggan Restoran 150 Eatery Di Bogorid
dc.subject.keywordExperiental Marketingid
dc.subject.keywordKepuasanid
dc.subject.keywordLoyalitasid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record