Show simple item record

dc.contributor.advisorNajib, Mukhamad
dc.contributor.advisorSanim, Bunasor
dc.contributor.authorAbdulfatah, Mohamad Faris
dc.date.accessioned2025-08-07T10:02:34Z
dc.date.available2025-08-07T10:02:34Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167730
dc.description.abstractPT. Mitra Tani Parahyangan (MTP) merupakan salah satu perusahaan agribisnis yang mengandalkan komoditas tomat sebagai komoditas utama yang diperdagangkan. PT. MTP memiliki ermintaan harian yang mencapai 1,5 hingga 2 ton/hari, tetapi keterbatasan kapasitas produksi menyebabkan perusahaan hanya mampu menghasilkan kurang lebih sepuluh persen dari total permintaan hari, sedangkan sisa kebutuhan tersebut dipasok oleh mitra. Ketergantungan ini merupakan kelemahan PT. MTP dalam memenuhi kebutuhan hariannya, terlebih lagi mitra tani mengirim pasokan dalam jumlah yang fluktuatif, sehingga risiko kekurangan atau kelebihan pasokan semakin tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung jumlah pesanan ekonomis (economic order quantity) yang dapat diterapkan PT. MTP untuk meminimalisir biaya, mengidentifikasi faktor-faktor internal dan ekternal dalam hal pemenuhan pasokan tomat, lalu membuat alternatif strategi berdasarkan faktor internal-eksternal dengan Matrix SWOT, dan menentukan strategi prioritas yang dapat diterapkan lebih dahulu oleh PT. MTP. Berdasarkan perhitungan dengan metode economic order quantity (EOQ), jumlah dalam sekali pesan mencapai 17.864,24 kg, dimana pemesanan dalam jumlah tersebut dapat mengurangi biaya hingga 92,5 persen dari biaya sebenarnya. Meskipun demikian, penerapan EOQ cenderung sulit dilakukan mengingat komoditas pertanian, dalam hal ini tomat, merupakan produk yang mudah sekali rusak dan busuk, dimana produk tomat akan mengalami pembusukan dalam jangka waktu tiga hari. Untuk menekan biaya operasional, peneliti menyarankan PT. MTP untuk menggunakan kendaraan milik perusahaan sendiri. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir dan mengefisiensikan biaya pemesanan. Tahapan selanjutnya adalah melakukan identifikasi faktor internaleksternal. PT. MTP memiliki kekuatan utama berupa akses ketersediaan, mutu, produktivitas benih dan sarana produksi, sedangkan kelemahan utama yang dimiliki adalah lahan untuk kegiatan produksi tomat. PT. MTP dapat memanfaatkan peluang utama berupa adanya adanya petani atau kelompok tani lain serta adanya pedagang pengumpul yang berlokasi dekat dengan perusahaan. Naik-turunnya harga tomat serta kondisi cuaca dan penyakit merupakan ancaman sama-sama menyulitkan perusahaan. Berdasarkan hasil analisis menggunakan Matriks SWOT, terdapat enam rumusan alternatif strategi yaitu: 1)memberikan edukasi (informasi dan teknologi) budidaya kepada petani dan mitra tani; 2) mengatur alokasi lahan; 3)menjadikan pelaku usaha sejenis sebagai mitra tani; 4)mengatur waktu tanam tomat; 5)membuat kontrak kerja tertulis dengan mitra; dan 6) adatasi teknologi dalam budidaya tomat. Hasil analisis dengan QSPM menunjukkan bahwa strategi yang harus diprioritaskan oleh PT. MTP adalah strategi adaptasi teknologi dalam budidaya tomat karena strategi ini memiliki nilai Total Atractiveness Score (TAS) tertinggi dibandingkan dengan kelima alternatif strategi lainnya. Strategi ini bermanfaat untuk meminimumkan kelemahan berupa lahan untuk kegiatan produksi tomat yang masih rendah, ketidakpastian pasokan tomat yang diterima
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Strategiid
dc.titleStrategi Pemenuhan Pasokan Tomat Pada Pt Mitra Tani Parahyanganid
dc.subject.keywordExternal Factor Evaluation (Efe)id
dc.subject.keywordEconomic Order Quantity(Eoq)id
dc.subject.keywordInternal Factor Evaluation(Ife)id
dc.subject.keywordSwotid
dc.subject.keywordTomatid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record