| dc.description.abstract | PT. Mitra Tani Parahyangan (MTP) merupakan salah satu perusahaan
agribisnis yang mengandalkan komoditas tomat sebagai komoditas utama yang
diperdagangkan. PT. MTP memiliki ermintaan harian yang mencapai 1,5 hingga 2
ton/hari, tetapi keterbatasan kapasitas produksi menyebabkan perusahaan hanya
mampu menghasilkan kurang lebih sepuluh persen dari total permintaan hari,
sedangkan sisa kebutuhan tersebut dipasok oleh mitra. Ketergantungan ini
merupakan kelemahan PT. MTP dalam memenuhi kebutuhan hariannya, terlebih
lagi mitra tani mengirim pasokan dalam jumlah yang fluktuatif, sehingga risiko
kekurangan atau kelebihan pasokan semakin tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk
menghitung jumlah pesanan ekonomis (economic order quantity) yang dapat
diterapkan PT. MTP untuk meminimalisir biaya, mengidentifikasi faktor-faktor
internal dan ekternal dalam hal pemenuhan pasokan tomat, lalu membuat
alternatif strategi berdasarkan faktor internal-eksternal dengan Matrix SWOT, dan
menentukan strategi prioritas yang dapat diterapkan lebih dahulu oleh PT. MTP.
Berdasarkan perhitungan dengan metode economic order quantity (EOQ),
jumlah dalam sekali pesan mencapai 17.864,24 kg, dimana pemesanan dalam
jumlah tersebut dapat mengurangi biaya hingga 92,5 persen dari biaya
sebenarnya. Meskipun demikian, penerapan EOQ cenderung sulit dilakukan
mengingat komoditas pertanian, dalam hal ini tomat, merupakan produk yang
mudah sekali rusak dan busuk, dimana produk tomat akan mengalami
pembusukan dalam jangka waktu tiga hari. Untuk menekan biaya operasional,
peneliti menyarankan PT. MTP untuk menggunakan kendaraan milik perusahaan
sendiri. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir dan mengefisiensikan biaya
pemesanan. Tahapan selanjutnya adalah melakukan identifikasi faktor internaleksternal. PT. MTP memiliki kekuatan utama berupa akses ketersediaan, mutu,
produktivitas benih dan sarana produksi, sedangkan kelemahan utama yang
dimiliki adalah lahan untuk kegiatan produksi tomat. PT. MTP dapat
memanfaatkan peluang utama berupa adanya adanya petani atau kelompok tani
lain serta adanya pedagang pengumpul yang berlokasi dekat dengan perusahaan.
Naik-turunnya harga tomat serta kondisi cuaca dan penyakit merupakan ancaman
sama-sama menyulitkan perusahaan.
Berdasarkan hasil analisis menggunakan Matriks SWOT, terdapat enam
rumusan alternatif strategi yaitu: 1)memberikan edukasi (informasi dan teknologi)
budidaya kepada petani dan mitra tani; 2) mengatur alokasi lahan; 3)menjadikan
pelaku usaha sejenis sebagai mitra tani; 4)mengatur waktu tanam tomat;
5)membuat kontrak kerja tertulis dengan mitra; dan 6) adatasi teknologi dalam
budidaya tomat. Hasil analisis dengan QSPM menunjukkan bahwa strategi yang
harus diprioritaskan oleh PT. MTP adalah strategi adaptasi teknologi dalam
budidaya tomat karena strategi ini memiliki nilai Total Atractiveness Score (TAS)
tertinggi dibandingkan dengan kelima alternatif strategi lainnya. Strategi ini
bermanfaat untuk meminimumkan kelemahan berupa lahan untuk kegiatan
produksi tomat yang masih rendah, ketidakpastian pasokan tomat yang diterima | |