| dc.description.abstract | Pasar modal memiliki peranan yang strategis bagi perekonomian
Indonesia, dimana pasar modal merupakan sarana pendanaan bagi perusahaan dan
juga sebagai sarana bagi kegiatan berinvestasi. Dengan demikian pasar modal
memfasilitasi berbagai sarana dan prasarana kegiatan jual beli dan kegiatan terkait
lainnya. Pasar modal Indonesia mengalami perkembangan yang pesat semenjak
dibuka kembali pada tahun 1977. Nilai perdagangan saham di pasar modal
Indonesia saat ini telah mencapai angka 1.400 – 1.500 triliun Rupiah setiap
tahunnya. Terjadi fluktuasi pada nilai perdagangan saham yang terjadi di Bursa
Efek Indonesia dalam kurun waktu 5 tahun terakhir ini, dimana nilai perdagangan
saham ini erat kaitanya dengan volume perdagangan saham.
Perusahaan yang telah terdaftar dan tercatat di suatu pasar saham
melakukan berbagai aktivitas untuk mengembangkan perusahaannya, aktivitas
tersebut dikenal dengan istilah aksi korporasi (coorporate action).Aksi korporasi
merupakan berita yang umumnya menarik perhatian pihak-pihak yang terkait di
pasar modal, khususnya para pemegang saham. Aksi korporasi bertujuan untuk
meningkatkan modal perusahaan, meningkatkan likuiditas perdagangan saham,
atau tujuan-tujuan lain perusahaan. Pemecahan nilai nominal saham (stock split)
merupakan salahsatu bentuk- dari aksi korporasi yang dapat mempengaruhi
pergerakan pasar saham dan menyebabkan terjadinya fluktuasi harga saham pada
pasar saham disuatu negara. Top Management dari perusahaan yang terdaftar di
suatu pasar saham melihat dan menganalisa perilaku para investor terhadap saham
dari perusahaan mereka, dimana hasil dari analisa terhadap perilaku investor
dalam berinvestasi tersebut menjadi dasar dalam membuat kebijakan atau aksi
korporasi.
Penelitian ini menggunakan metode event study. Variabelreaksi pasar yang
digunakan dalam penelitian ini adalah rata-rata abnormalreturn dan trading
volume activity. Data dikumpulkan dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Data yang
digunakan untuk menghitung abnormal return terdiri dari harga penutupan saham
harian untuk emiten-emiten yang melakukan aksi korporasi stock splitdan harga
penutupan harian IHSG tahun 2007 - 2015. Data yang digunakan untuk
menghitung trading volume activity yaitu data harian volume perdagangan dari
perusahaan yang melakukan aksi korporasi stock split tahun 2007sampai dengan
tahun 2015.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pelaksanaan aksi korporasi
berupa stock split memberikan dampak yang bervariasi terhadap kinerja dari
masing-masing saham. Pengumuman aksi korporasi stock split lebih banyak
memberikan dampak yang signifikan terhadap abnormalreturn saham pada saat
setelah dilakukannya pengumuman oleh perusahaan, adapun abnormalreturn yang
paling banyak terjadi adalah abnormalreturn positif. (2) Akan tetapi mayoritas
volume perdagangan saham atas perusahaan yang melakukan kebijakan stock split
tidak memiliki perbedaan yang nyata pada setiap event window, hal ini mengindikasikan bahwa aksi korporasi stock split di Indonesia tidak menyebabkan
perubahan pada tingkat likuiditas saham. Melalui analisis elatisitas volume
perdagangan saham didapatkan bahwa hubungan antara volume perdagangan
saham perusahaan yang melakukan kebijakan stock split memiliki hubungan yang
negatif dengan harga sahamnya, hal ini sejalan dengan teori yang ada bahwa
kebijakan stock split yang sejatinya menggunakan instrumen penurunan harga
saham guna menciptakan peningkatan pada volume perdagangan saham memang
benar terjadi, akan tetapi berdasarkan analisis elastisitas volume perdagangan
saham terhadap harga didapati nilai elasitisatisnya kurang dari satu atau dengan
kata lain jenis elastisitasnya adalah inelastis, hal ini mengindikasikan bahwa
perubahan harga saham sebesar 1 % akan diikuti oleh perubahan volume
perdagangan saham yang lebih kecil dari penurunan harganya. Penelitian ini
menyimpulkan bahwa aksi korporasi stock split memiliki dampak terhadap
perubahan abnormal return akan tetapi tidak memiliki dampak terhadap
perubahan volume perdagangan saham. | |