Show simple item record

dc.contributor.advisorHartoyo, Sri
dc.contributor.advisorAnggraeni, Lukytawati
dc.contributor.authorSumanto, Edi
dc.date.accessioned2025-08-07T10:02:22Z
dc.date.available2025-08-07T10:02:22Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167726
dc.description.abstractPasar modal memiliki peranan yang strategis bagi perekonomian Indonesia, dimana pasar modal merupakan sarana pendanaan bagi perusahaan dan juga sebagai sarana bagi kegiatan berinvestasi. Dengan demikian pasar modal memfasilitasi berbagai sarana dan prasarana kegiatan jual beli dan kegiatan terkait lainnya. Pasar modal Indonesia mengalami perkembangan yang pesat semenjak dibuka kembali pada tahun 1977. Nilai perdagangan saham di pasar modal Indonesia saat ini telah mencapai angka 1.400 – 1.500 triliun Rupiah setiap tahunnya. Terjadi fluktuasi pada nilai perdagangan saham yang terjadi di Bursa Efek Indonesia dalam kurun waktu 5 tahun terakhir ini, dimana nilai perdagangan saham ini erat kaitanya dengan volume perdagangan saham. Perusahaan yang telah terdaftar dan tercatat di suatu pasar saham melakukan berbagai aktivitas untuk mengembangkan perusahaannya, aktivitas tersebut dikenal dengan istilah aksi korporasi (coorporate action).Aksi korporasi merupakan berita yang umumnya menarik perhatian pihak-pihak yang terkait di pasar modal, khususnya para pemegang saham. Aksi korporasi bertujuan untuk meningkatkan modal perusahaan, meningkatkan likuiditas perdagangan saham, atau tujuan-tujuan lain perusahaan. Pemecahan nilai nominal saham (stock split) merupakan salahsatu bentuk- dari aksi korporasi yang dapat mempengaruhi pergerakan pasar saham dan menyebabkan terjadinya fluktuasi harga saham pada pasar saham disuatu negara. Top Management dari perusahaan yang terdaftar di suatu pasar saham melihat dan menganalisa perilaku para investor terhadap saham dari perusahaan mereka, dimana hasil dari analisa terhadap perilaku investor dalam berinvestasi tersebut menjadi dasar dalam membuat kebijakan atau aksi korporasi. Penelitian ini menggunakan metode event study. Variabelreaksi pasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah rata-rata abnormalreturn dan trading volume activity. Data dikumpulkan dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Data yang digunakan untuk menghitung abnormal return terdiri dari harga penutupan saham harian untuk emiten-emiten yang melakukan aksi korporasi stock splitdan harga penutupan harian IHSG tahun 2007 - 2015. Data yang digunakan untuk menghitung trading volume activity yaitu data harian volume perdagangan dari perusahaan yang melakukan aksi korporasi stock split tahun 2007sampai dengan tahun 2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pelaksanaan aksi korporasi berupa stock split memberikan dampak yang bervariasi terhadap kinerja dari masing-masing saham. Pengumuman aksi korporasi stock split lebih banyak memberikan dampak yang signifikan terhadap abnormalreturn saham pada saat setelah dilakukannya pengumuman oleh perusahaan, adapun abnormalreturn yang paling banyak terjadi adalah abnormalreturn positif. (2) Akan tetapi mayoritas volume perdagangan saham atas perusahaan yang melakukan kebijakan stock split tidak memiliki perbedaan yang nyata pada setiap event window, hal ini mengindikasikan bahwa aksi korporasi stock split di Indonesia tidak menyebabkan perubahan pada tingkat likuiditas saham. Melalui analisis elatisitas volume perdagangan saham didapatkan bahwa hubungan antara volume perdagangan saham perusahaan yang melakukan kebijakan stock split memiliki hubungan yang negatif dengan harga sahamnya, hal ini sejalan dengan teori yang ada bahwa kebijakan stock split yang sejatinya menggunakan instrumen penurunan harga saham guna menciptakan peningkatan pada volume perdagangan saham memang benar terjadi, akan tetapi berdasarkan analisis elastisitas volume perdagangan saham terhadap harga didapati nilai elasitisatisnya kurang dari satu atau dengan kata lain jenis elastisitasnya adalah inelastis, hal ini mengindikasikan bahwa perubahan harga saham sebesar 1 % akan diikuti oleh perubahan volume perdagangan saham yang lebih kecil dari penurunan harganya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa aksi korporasi stock split memiliki dampak terhadap perubahan abnormal return akan tetapi tidak memiliki dampak terhadap perubahan volume perdagangan saham.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Keuanganid
dc.titleAnalisis Reaksi Pasar Terhadap Pengumuman Stock Split Di Bursa Efek Indonesiaid
dc.subject.keywordElastisitas Volume Perdaganganid
dc.subject.keywordRata-Rata Abnormal Returnid
dc.subject.keywordStock Splitid
dc.subject.keywordTrading Volume Activityid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record