| dc.description.abstract | Tujuan penelitian ini adalah 1)Menganalisis segmen pasar pembiayaan
properti syariah bila dilihat berdasarkan demografi dan psikografi dengan
pendekatan gaya hidup dan kepribadian, 2)Menganalisis faktor-faktor yang
mempengaruhi minat untuk menggunakan pembiayaan properti syariah,
3)Merumuskan implikasi manajerial terhadap perilaku konsumen pembiayaan
properti syariah untuk meningkatkan pangsa pasar pembiayaan properti syariah.
Jenis data yang digunakan adalah data primer bersifat kuantitatif. Data primer
diperoleh dari penyebaran kuesioner kepada konsumen yang akan membeli rumah
melalui fasilitas KPR. Sampel ditentukan secara sengaja (convenience sampling).
Responden berjumlah 150 orang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumen yang akan membeli rumah
melalui fasilitas KPR di Jawa Timur terbagi dalam 3 cluster. Responden yang
berada di cluster 1 memiliki aktivitas yang monoton dan hanya
mempertimbangkan faktor emosional dalam pengambilan keputusan, memiliki
kepribadian conformist. Responden yang berada di cluster 2 memiliki aktivitas
dinamis dan hanya mempertimbangkan faktor fungsional dalam mengambil
keputusan, memiliki kepribadian rationalist. Sedangkan, responden di cluster 3
memiliki aktivitas yang dinamis dan mempertimbangkan faktor fungsional dan
emosional yang tinggi dalam mengambil keputusan, memiliki kepribadian
universalist. Berdasarkan analisa regresi berganda menunjukkan faktor norma
subjektif dan persepsi pengendalian perilaku berpengaruh signifikan terhadap
minat konsumen menggunakan pembiayaan properti syariah sedangkan faktor
sikap terhadap perilaku tidak berpengaruh terhadap minat menggunakan
pembiayaan properti syariah.
Selain itu, faktor latar belakang individu berpengaruh signifikan pada sikap
terhadap perilaku dan norma subjektif sedangkan terhadap persepsi pengendalian
perilaku tidak berpengaruh. Hal tersebut menunjukkan faktor individual tidak
menentukan persepsi pengendalian perilaku.
Penelitian ini memberikan implikasi bahwa manajemen Bank Syariah perlu
memfokuskan pemasaran terhadap cluster 3 yang memiliki peluang pasar yang
cukup besar. Strategi yang dilakukan salah satunya dengan perluasan lini produk,
penerapan strategi harga berdasarkan persaingan (going rate pricing), strategi
distribusi berupa strategi mendorong (push strategy) dan menggunakan pemasaran
langsung dan penjualan langsung. | |