| dc.description.abstract | Pembangunan di Indonesia terus dilakukan untuk meningkatkan
pertumbuhan ekonomi dengan melakukan integrasi dari beberapa pihak
diantaranya pemerintah pusat maupun daerah, BUMN, BUMD dan pihak swasta.
Tuntutan akan proses pembangunan yang harus berjalan cepat dapat terlaksana
dengan penggunaan beton pracetak. Pefindo mengungkapkan BUMN yang
bergerak pada bidang infrastruktur dan konstruksi memiliki kelebihan apabila
dibandingkan dengan perusahaan swasta yang sejenis yaitu memiliki
kemungkinan lebih besar untuk mendapatkan proyek terkait permerintah. Selain
itu juga menghadapi risiko keuangan lebih kecil terhadap tidak terbayarkan
tagihan pada proyek yang dilaksanakan. Salah satu BUMN konstruksi yang
memiliki rating paling baik diantara perusahaan penyedia infrastruktur dan
konstruksi lainnya adalah PT Wijaya Karya (Persero) Tbk yang memiliki anak
perusahaan dalam bidang beton pracetak yaitu PT XYZ Tbk. Sampai dengan
tahun 2015 posisi perusahaan dalam produksi beton pracetak memiliki kapasitas
produksi terbesar dengan 38,6% dari total kapasitas produksi di Indonesia. Dalam
menjalankan usahanya PT. XYZ memiliki delapan pabrik dengan kapasitas
terbesar adalah pada pabrik produk beton Bogor dengan jumlah kapasitas
produksi 26% dari total keseluruhan produksi perusahaan. Walaupun memiliki
kapasitas yang besar, namun pabrik menghadapi permasalahan produk yang
diproduksi oleh Pabrik Produk Beton Bogor setiap tahunnya fluktuatif setiap
tahunnya sehingga belum mampu mencapai kapasitas riil dan mengalami
penurunan jumlah penjualan produk selama beberapa tahun terakhir. Dengan
melihat kesempatan serta permasalah yang dihadapi maka diperlukan perencanaan
strategik.
Penelitian ini memiliki dua tujuan yaitu mengidentifikasi faktor-faktor
internal eksternal yang mempengaruhi kondisi saat ini dan dimasa mendatang
serta perumusan rencana strategik pabrik untuk menghadapi intensitas persaingan.
Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif, dengan
menggunakan IFE, IFE, Matriks IE, SWOT dan QSPM. Data yang digunakan
dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder melalui FGD, wawancara,
kuesioner dan observasi dengan pemilihan responden secara sengaja.
Pada analisis lingkungan internal yang merupakan kekuatan adalah
sumberdaya manusia yang kompeten dan berpengalaman, memiliki kemampuan
produksi dengan kapasitas besar, brand image produk, konsistensi mutu,
pelaksanaan program riset serta lokasi strategis. Sedangkan kelemahan yang
dimiliki terdiri atas kurangnya regenerasi SDM, terbatasnya lahan pengembangan
pabrik dan harga produk yang tergolong tinggi. Selanjutnya pada analisis
eksternal faktor yang merupakan peluang adalah dukungan tenaga kerja dari
lingkungan sekitar, program pembangunan pemerintah, perkembangan teknologi
beton pracetak serta potensi infrastruktur Indonesia. Faktor yang menjadi
ancaman pada lingkungan eksternal adalah maraknya kompetitor baru industri
beton pracetak kebijakan kenaikan upah minimum propinsi dan keterbatasan
material alam. | |