Show simple item record

dc.contributor.advisorRifin, Amzul
dc.contributor.advisorDaryanto, Heny. K
dc.contributor.authorPuspita, Cindy
dc.date.accessioned2025-08-07T10:01:37Z
dc.date.available2025-08-07T10:01:37Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167714
dc.description.abstractPetani secara terus menerus diharuskan membuat keputusan manajemen yang fokus pada produksi, proses penyediaan faktor produksi, keuangan dan pemasaran. Penggunaan teknologi yang benar harus dibarengi dengan pengetahuan manajemen bisnis usahatani. Oleh karena itu, masalah dalam usahatani merupakan masalah dalam mengoptimalkan dan mengalokasikan sumberdaya yang dimiliki. Apalagi mayoritas petani masih kurang sadar akan pentingnya rencana bisnis dalam usahatani, sehingga keputusan sering dibuat secara intuitif berdasarkan pengalaman. Kombinasi optimum biasanya digunakan untuk memecahkan masalah rencana usahatani dalam mengoptimalkan alokasi sumberdaya usahatani. Salah satu kombinasi optimum yang dilakukan adalah kombinasi optimum usahatani kopi Arabika dan Robusta. Dalam melakukan hal tersebut, petani sampel diharapkan untuk membuat keputusan dengan sejumlah kendala yang dimiliki. Kendala dalam usahatani merupakan batasan sumberdaya yang dimiliki oleh petani. Sumberdaya tersebut dapat berupa faktor produksi usahatani meliputi lahan, tenaga kerja, modal dan lainnya. Mengingat keterbatasan tersebut dalam berusahatani seharusnya dapat mengatur sumberdaya yang digunakan, agar dengan kombinasi pola tanam kopi Arabika dan Robusta yang dilakukan, petani sampel akan tetap mendapat pendapatan yang tinggi. Petani sampel memiliki hamparan lahan kopi Arabika dan Robusta yang terletak dalam satu wilayah hamparan. Hal ini tergolong unik, karena biasanya kopi Arabika dan kopi Robusta tidak terdapat dalam satu hamparan lahan sebab perbedaan syarat tumbuh kedua tanaman tersebut. Meskipun usahatani yang dilakukan berbeda, tetapi sumberdaya yang dibutuhkan sebagian besar sama. Berdasarkan hal tersebut, penting untuk diteliti kombinasi optimum usahatani kopi Arabika dan Robusta dengan mengefisienkan alokasi sumberdaya yang terbatas sehingga dapat mencapai tujuan petani, yakni memaksimalkan pendapatan. Tujuan penelitian ini adalah : (1) Untuk menganalisis pengalokasian sumberdaya yang optimal usahatani kopi Arabika dan Robusta, (2) Untuk menganalisis tingkat sensitivitas harga sumberdaya usahatani kopi Arabika dan Robusta, (3) Untuk menganalisis manajemen usahatani kopi Arabika dan Robusta. Penelitian menggunakan data usahatani kopi Arabika dan kopi Robusta pada tahun 2013. Penelitian ini hanya terbatas pada usahatani kopi Arabika dan Robusta dengan hasil produk berupa kopi gelondong atau kopi biji. Penelitian ini hanya meneliti unit usaha petani sampel dengan menggunakan satu sampel petani. Penelitian dilakukan di Desa Karangpring Kecamatan Sukorambi Kabupaten Jember. Penentuan daerah penelitian tersebut berdasarkan metode sampling yang disengaja (purposive method). Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan metode analitis. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Metode pengumpulan data yang digunakan antara lain wawancara, penelitian dokumen dan observasi. Teknik pengambilan contoh yang digunakan adalah purposive method dengan pengambilan contoh tunggal. Teknik pengolahan dan analisis data menggunakan analisis program linier dengan bantuan software POM-QM for Windows. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah (a) aktivitas yang dianjurkan dari hasil analisis pola optimal adalah aktivitas menanam kopi Arabika dengan produksi kopi Arabika optimal sebanyak 4.700,947 kg, aktivitas menanam kopi Robusta dengan produksi kopi Robusta optimal sebanyak 9.699,053 kg. (b) Sumberdaya usahatani kopi Arabika dan Robusta petani sampel dapat dinyatakan sudah optimal, karena selisih pendapatan aktual dan pendapatan optimal petani hanya 0,019%. Alokasi sumberdaya yang efektif dapat mengoptimalkan pendapatan petani. (c) petani sampel perlu waspada pada kenaikan harga sumberdaya usahatani kopi Arabika, karena untuk sumberdaya yang tidak diharapkan adalah kenaikan harga. Sedangkan untuk harga kopi Arabika dan Robusta yang perlu menjadi perhatian petani adalah ketika harga kopi turun. Oleh karena itu, petani perlu waspada terhadap harga kopi Arabika yang lebih sensitif terhadap perubahan. (d) apabila dilihat untuk masing-masing sumberdaya, petani perlu waspada terhadap biaya transportasi kopi Arabika karena pada batas maksimum secara keseluruhan harga sumberdaya yang paling sensitif adalah transportasi untuk kopi Arabika, begitu pula pada batas minimum secara keseluruhan harga sumberdaya yang paling sensitif adalah transportasi untuk kopi Arabika. Implikasi manajerial yang dapat dilakukan antara lain (a) berdasarkan nilai shadow price dapat disimpulkan bahwa sumberdaya pupuk dan transportasi kopi adalah sumberdaya yang langka, sehingga harus lebih diperhatikan penggunaannya oleh petani. Sumberdaya tenaga kerja, obat, transportasi pupuk dan modal untuk tanaman kopi memiliki nilai shadow price 0 yang berarti terdapat sumberdaya yang menganggur. (b) harga kopi Arabika dapat dinaikkan hingga Rp 5.230,529 dan apabila harga turun hingga Rp 4.503,4 tetap tidak akan mempengaruhi pendapatan optimal yang didapat petani. Begitu pula untuk harga kopi Robusta dapat dinaikkan hingga Rp 4.496,6 dan apabila harga turun menjadi Rp 3.888,696 tetap tidak akan mempengaruhi pendapatan optimal petani. (c) petani sampel perlu waspada pada kenaikan harga sumberdaya usahatani kopi Arabika, karena untuk sumberdaya yang tidak diharapkan adalah kenaikan harga. Sedangkan untuk harga kopi Arabika dan Robusta yang perlu menjadi perhatian petani adalah ketika harga kopi turun. Oleh karena itu, petani perlu waspada terhadap harga kopi Arabika yang lebih sensitif terhadap perubahan. (d) apabila dilihat untuk masing-masing sumberdaya, petani perlu waspada terhadap biaya transportasi kopi Arabika karena pada batas maksimum secara keseluruhan harga sumberdaya yang paling sensitif adalah transportasi untuk kopi Arabika, begitu pula pada batas minimum secara keseluruhan harga sumberdaya yang paling sensitif adalah transportasi untuk kopi Arabika.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Keuanganid
dc.titleKombinasi Optimum Usahatani Kopi Arabika dan Robusta: Studi Kasus Unit Usaha Petani Di Desa Karangpring Kabupaten Jemberid
dc.subject.keywordKombinasi Optimumid
dc.subject.keywordKopi Arabikaid
dc.subject.keywordKopi Robustaid
dc.subject.keywordProgram Linierid
dc.subject.keywordSensitivitas Hargaid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record