| dc.description.abstract | Industri Hasil Tembakau (IHT) merupakan salah satu industri utama pada
Bursa Efek Indonesia yang memiliki tingkat return dan risiko yang tinggi. Tingkat
return dapat diukur dengan metode penilaian aset. Salah satu metode penilaian aset
adalah Model Tiga Faktor Fama-French. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis variabel-variabel dari Model Tiga Faktor Fama-French yang
dikembangkan dari Model CAPM oleh Fama-French dan untuk mengetahui
pengaruh variabel market, size, serta book to market ratio terhadap return saham
industri rokok di Bursa Efek Indonesia.
Sampel penelitian ini menggunakan empat perusahaan dari IHT mulai dari
periode Desember 2012-Januari 2017 yaitu PT. Bursa Efek Indonesia adalah: PT.
Gudang Garam Tbk. (GGRM), PT HM. Sampoerna Tbk. (HMSP), PT BentoeI
International Investama Tbk. (RMBA) dan PT Wismilak Inti Makmur Tbk.
(WIIM). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif yaitu dengan
melakukan pengumpulan data untuk menjawab permasalahan dalam penelitian ini
yang dilakukan dalam bentuk studi kasus dan dianalisis secara kualitatif dan
kuantitatif dengan ekonometrika menggunakan data sekunder dari perusahaanperusahaan yang tergolong dalam industri rokok dan telah listed di Bursa Efek
Indonesia. Teknik pengolahan dan analisis data pada penelitian ini adalah analisis
deskriptif kuantitatif dari data panel. Alat bantu analisis yang digunakan adalah Eviews 9 dengan metode data panel dengan model persamaan Fama dan French
analisis model tiga faktor. Penelitian ini menggunakan dua model dan dianalisis
dengan regresi data panel dengan fixed effect model.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa market, SMB, HML, dan isu
kenaikan harga rokok Rp 50 000 dan regulasi pemerintah terhadap knaiknya tarif
cukai dari Januari 2017 Model Tiga Faktor Fama-French pada industri rokok di
Bursa Efek Indonesia sangat berfluktuasi selama periode desember 2012 hingga
januari 2017. Kedua model menunjukkan bahwa market dan size memiliki
pengaruh yang signifikan terhadap excess return dari keempat perusahaan rokok
tersebut. | |