Show simple item record

dc.contributor.advisorFirdaus, Muhammad
dc.contributor.advisorSasongko, Hendro
dc.contributor.authorBerutu, Gibranius
dc.date.accessioned2025-08-07T10:00:58Z
dc.date.available2025-08-07T10:00:58Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167704
dc.description.abstractKonektivitas dan masalah inefisiensi sektor transportasi adalah penyebab tingginya biaya transportasi dan logistik Indonesia. Pemerintahan yang baru mematok sasaran reduksi biaya logistik untuk memperbaiki kondisi tersebut, salah satunya melalui pembangunan jalan tol. Tidak semua ruas tol yang ditawarkan pemerintah kepada investor menarik, sehingga perlu dukungan pemerintah dan strategi investasi. Pada skema pembangunan bertahap, kelayakan investasi minimal tidak tercapai bila jalan dibagun satu tahap sekaligus. Perlu bangkitan ekonomi agar volume lalu lintas minimal tercapai. Tarif tol ditetapkan oleh pemerintah, sehingga investor tidak memiliki keleluasaan. Penelitian dilakukan pada salah satu ruas jalan tol di Jawa Barat yang dibagun secara bertahap sejak 2007. Segmen tahap satu dan dua sudah beroperasi sedangkan tahap ketiga akan dibangun dalam waktu dekat. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) menganalisis struktur modal optimal proyek jalan tol yang dibangun secara bertahap; dan (2) menentukan upaya yang perlu dilakukan untuk menjamin pendanaan proyek jalan tol. Hasil penelitian bermanfaat bagi investor jalan tol dalam menyusun kebijakan pendanaan. Analisis optimasi tujuan ganda menggunakan metode “trial-error” dan penyusunan urutan prioritas strategi menggunakan alat analisis QSPM. Hasil analisis optimasi menunjukkan level ekuitas optimum struktur pendanaan pembangunan tahap tiga sebesar 24 persen menggunakan utang KI, asumsi inflasi untuk proyeksi pendapatan mengacu PPJT dan eksekusi proyek dimulai sesuai jadwal. IRR on equity tercapai pada 18.26 persen dan IRR on project 15.77 persen. Hasil simulasi mengungkap, mundurnya jadwal pembangunan meningkatkan biaya investasi karena terdampak eskalasi serta menggerus kelayakan proyek. Strategi pendanaan yang berhasil dirumuskan dikelompokkan menjadi empat dimensi, yaitu permintaan, pendanaan, konstruksi dan operasional. Strategi yang paling menarik bagi investor adalah yang menitikberatkan pada dimensi permintaan dan operasional karena karena mampu meningkatkan kepastian pengembalian investasi jangka panjang. Sintesis antara optimasi struktur modal dan strategi dimensi pendanaan menemukan bahwa utang dengan tenor yang panjang dan bunga yang rendah akan meningkatkan kapasitas arus kas mengembalikan investasi dan memaksimasi keuntungan bagi equity holders. Investor perlu berhati-hati atas asumsi inflasi yang disepakati dalam PPJT. Bila terlalu tinggi akan membuat proyek seolah-olah layak secara finansial, padahal tidak demikian.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Keuanganid
dc.titleOptimasi Struktur Modal dan Formulasi Strategi Pendanaan Proyek Jalan Tol Di Indonesiaid
dc.subject.keywordDerid
dc.subject.keywordKelayakanid
dc.subject.keywordStrategi Pendanaanid
dc.subject.keywordStruktur Modal Optimalid
dc.subject.keywordProyek Jalan Tolid
dc.subject.keywordQspmid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record