Show simple item record

dc.contributor.advisorSumarwan, Ujang
dc.contributor.advisorNajib, Mukhamad
dc.contributor.authorGhifarini, Anindila Fitria
dc.date.accessioned2025-08-07T10:00:52Z
dc.date.available2025-08-07T10:00:52Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167702
dc.description.abstractBerdasarkan Theory of Planned Behaviour (TPB) (Ajzen 1991), terbentuknya sikap konsumen akan membentuk niat seseorang untuk melakukan atau tidak melakukan suatu tindakan. Dengan demikian, perilaku konsumsi secara tidak langsung dapat diprediksi melalui niat perilaku. Melihat bahwa komoditas udang merupakan komoditas yang potensial, maka perlu dilakukan kajian mengenai perilaku konsumen udang di Indonesia dengan menggunakan pendekatan Theory of Planned Behaviour. Disamping itu, diharapkan pula dapat mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya nelayan, pembudidaya, pengolah dan pemasaran hasil perikanan melalui peningkatan ratarata konsumsi udang. Udang memang merupakan salah satu sumber makanan sehat dengan kandungan protein yang relatif tinggi, sekitar 21%. Nilai protein udang dikategorikan sebagai complete protein karena kadar asam aminonya yang tinggi, berprofil lengkap, sekitar 85 – 95% mudah dicerna oleh tubuh dan berkontribusi sekitar 87% dari total energi (Dayal et al. 2013). Dengan melimpahnya hasil produksi udang di Indonesia, hal tersebut memperlihatkan bahwa peluang pasar udang masih terbuka luas, terutama bagi pasar dalam negeri. Suksesnya pertumbuhan perikanan tangkap maupun budidaya dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap masa depan ketahanan pangan dan gizi serta kebutuhan pembangunan ekonomi Indonesia. Menjawab tantangan target pelaku bisnis dan pemerintah dalam menaikkan hasil perikanan Indonesia maka pentingnya dilakukan penelitian analisis perilaku konsumsi udang. Perilaku konsumsi udang di Indonesia masih belum diteliti secara menyeluruh. Belum ada pendekatan pada konsumen udang secara langsung. Memahami mengenai perilaku konsumsi terhadap udang sangat penting bagi produsen dan pemerintah dalam rangka membantu program pemerintah yaitu GEMARIKAN. Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan analisis perilaku konsumsi terhadap udang untuk mengetahui minat terhadap konsumsi udang di Indonesia dengan menggunakan pendekatan The Theory of Planned Behaviour (TPB). Desain penelitian ini menggunakan metode pengambilan data dilakukan secara deskriptif dengan metode survei. Survei dilakukan dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada responden dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumen pengumpulan data dari suatu populasi. Kuesioner dibuat dengan menggunakan acuan Ajzen (1991) mengenai cara pembuatan kuesioner dengan pendekatan TPB. Data yang diperlukan pada penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data tersebut merupakan data yang bersifat kualitatif dan kuantitatif. Pengumpulan data dari responden dilakukan melalui wawancara dengan panduan kuesioner yang terstruktur (structure questionaire). Jenis pertanyaan yang digunakan adalah pertanyaan tertutup dan terbuka. Beberapa pertanyaan dalam kuesioner dibuat berdasarkan skala (scaled response question). Teknik penskalaan yang digunakan adalah likert untuk pengolahan dengan analisis SEM. Jumlah responden yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 120 orang. Berbagai karakteristik responden seperti karakteristik demografi, sosial, ekonomi dan konsumsi responden telah dikaji dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil olahan data mengenai karakteristik responden yang mengkonsumsi udang, terdapat 58,3% responden yang berusia <30 tahun. Responden wanita terlihat lebih banyak dalam mengkonsumsi udang, yaitu sebanyak 60% jika dibandingkan dengan laki-laki. Sebanyak 55,83% responden sudah menikah. Hasil analisa model theory of planned behaviour terhadap perilaku konsumsi udang menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan secara langsung terhadap intensi adalah subjective norms (norma subjektif). Pengaruh Pemerintah dalam program GEMARIKAN didapati hasil peningkatan intensi responden untuk mengkonsumsi udang. Faktor lain seperti keluarga, teman, dan kerabat juga memiliki pengaruh. Hal ini menandakan bahwa hipotesis yang dapat diterima adalah H2 dimana norma subjektif berpengaruh terhadap minat untuk mengkonsumsi udang.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Pemasaranid
dc.titleAplikasi Theory Of Planned Behavior Pada Analisis Perilaku Konsumen Udangid
dc.subject.keywordIntensiid
dc.subject.keywordPerilaku Konsumenid
dc.subject.keywordTheory Of Planned Behaviorid
dc.subject.keywordUdangid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record