| dc.description.abstract | Industri pengelolaan limbah merupakan bisnis masa depan di Indonesia,
terbukanya peluang investasi dalam jasa pengelolaan dan penanganan limbahlimbah hasil industri ataupun rumah tangga, dapat menghasilkan nilai keuntungan
yang tinggi baik secara finansial maupun dalam aspek meningkatnya kualitas
lingkungan hidup.
PT XYZ adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan
limbah B3 untuk limbah B3 yang berasal dari sumber kegiatan lain. PT XYZ telah
mengalami kecenderungan positif untuk bisnis jasa pengelolaan limbah B3 yang
setiap tahunnya mengalami peningkatan jumlah limbah yang diterima namun
masih menghadapi beberapa permasalahan dalam beberapa rantai nilai di
perusahaannya.
Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengatasi permasalahan di
PT XYZ. Penelitian ini bertujuan untuk 1) memetakan rantai nilai jasa
pengelolaan limbah B3, 2) menganalisis tata kelola dan kinerja rantai nilai yang
sedang berjalan, 3) mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap
peningkatan kinerja rantai nilai perusahaan dan, 4) merumuskan strategi
peningkatan kinerja rantai nilai jasa pengelolaan limbah B3 PT XYZ. Penelitian
ini bersifat deskriptif dengan menggunakan analisis rantai nilai, analisis
pengelolaan rantai nilai, gap analysis, dan strategi peningkatan kinerja rantai nilai.
Hasil dari analisis rantai nilai terdapat sembilan aktor dalam rantai nilai
pengelolaan limbah B3 yaitu perusahaan pengangkut, pengumpul, pengolah,
pemanfaat, penimbun, dan pemasok bahan baku, pemasok kendaraan pengangkut,
penyedia fasilitas recovery dan pelanggan.
Hubungan antara PT XYZ dengan pemasok bahan baku dan penyedia
fasilitas recovery adalah modular, pemasok menyediakan jenis bahan baku yang
lebih spesifik disesuaikan dengan yang diinginkan oleh PT XYZ. Hubungan
dengan pemasok kendaraan pengangkut adalah captive yaitu hubungan diantara
pemasok kendaraan pengangkut limbah B3 lebih bersifat seperti adanya saling
ketergantungan dengan pihak pemasok kendaraan pengangkut dengan jumlah
pasokan kendaraan.
Hasil dari analisis kesenjangan untuk harapan pelanggan adalah 3.71
sedangkan kinerja bernilai 3.15 dengan pencapaian kinerja sebesar 85.45%.
Alternatif strategi yang bisa dilakukan untuk peningkatan kinerja adalah
peningkatan kapasitas pengolahan (30%), pembuatan fasilitas pemanfaat (27%),
peningkatan sistem dan sarana penjadwalan (24%), serta peningkatan sistem
pengangkutan (20%). | |