| dc.description.abstract | Industri pakan ternak adalah pendukung industri peternakan yaitu dalam
memproduksi pakan ternak. Kontribusi pakan mencapai 70 persen dalam biaya
produksi menjadikan pakan sebagai faktor penting dalam budidaya ternak.
Terdapat empat perusahaan pakan ternak dengan produksi dan pangsa pasar
terbesar di Indonesia yang memiliki kemampuan baik dalam memasarkan produk
dilihat dari peningkatan nilai penjualan bersih setiap tahun, tetapi data
menunjukkan laba bersih perusahaan cenderung menurun selama lima tahun
terakhir yang menjadi masalah bagi perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah
mengetahui faktor-faktor internal dan eksternal yang berpengaruh terhadap
profitabilitas serta melakukan proyeksi profitabilitas perusahaan selama lima
tahun kedepan untuk merumuskan rekomendasi peningkatan profitabilitas
perusahaan pakan ternak.
Penelitian dilakukan dalam lingkup keuangan pada empat perusahaan pakan
ternak terbesar dalam produksi dan pangsa pasar di Indonesia periode 2010-2015.
Faktor-faktor internal dan eksternal perusahaan yang diteliti diduga berpengaruh
terhadap profitabilitas Return on Asset (ROA). Faktor internal yang digunakan
adalah penjualan (Sales), harga pokok penjualan atau Cost of Goods Sold (COGS),
Debt to Asset Ratio (DAR), dan produktifitas aset dalam menghasilkan penjualan
atau Total Asset Turnover (TATO) yang berasal dari data sekunder laporan
keuangan empat perusahaan pakan ternak yaitu CPIN, JPFA, MAIN, dan SIPD
yang dipublikasikan. Faktor eksternal yang digunakan adalah nilai tukar (kurs),
tingkat inflasi, dan harga jagung internasional. Teknik pengolahan data yang
digunakan adalah analisis kuantitatif regresi data panel dengan software EViews
9.
Hasil penelitian menunjukkan faktor internal yang signifikan mempengaruhi
ROA adalah sales, COGS, TATO dan faktor eksternal yang signifikan
mempengaruhi profitabilitas adalah kurs. Variabel DAR, inflasi, dan harga jagung
internasional tidak berpengaruh secara signifikan. Hasil proyeksi ROA
menunjukkan peningkatan pada tahun 2016 dibanding tahun 2015 namun
peningkatan ini tidak mampu menyamai pencapaian ROA pada tahun 2010, pada
tahun 2017 ROA mengalami tren penurunan sampai tahun 2020. Perusahaan
dengan proyeksi ROA tertinggi adalah CPIN dan JPFA, MAIN masih stabil diatas
SIPD tanpa laba negatif dan SIPD menunjukkan peningkatan namun masih berada
dibawah ketiga pesaingnya. Implikasi bagi perusahaan dan industri pakan ternak
pada umumnya untuk meningkatkan profitabilitas adalah dengan meningkatkan
sales dan TATO dengan menerapkan strategi bauran pemasaran. Perusahaan juga
harus mampu menekan biaya COGS dimana peningkatannya bersifat sensitif
terhadap profitabilitas, serta melakukan manajemen risiko kurs untuk
mengantisipasi fluktuasi kurs diikuti peran aktif pemerintah dalam menjaga
stabilitas makroekonomi. | |